Rabu, 23 November 2016

Ayo Wujudkan Indonesia Bebas Diabetes Mulai Sekarang Juga!



Assalamu’alaikum,


Hai good people, nonamelinda mau tanya nih...apa sih arti kesehatan menurut kalian? Dan seberapa penting? Bagi saya kesehatan itu adalah anugerah, investasi terbesar di masa depan, dengan tubuh yang sehat kita bisa lebih optimal dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Menjaga kesehatan adalah investasi terbaik saya untuk hari tua nanti. Saya ingin bahagia saya hari ini bisa saya rasakan terus sampai nanti.

Minggu 20 November 2016, bertempat di Plaza Barat Senayan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, saya berkesempatan mengikuti kemeriahan World Diabetes Day.  Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia “Eyes on Diabetes” oleh Kementrian Kesehatan RI bekerjasama dengan PT. Kalbe Farma Tbk, mengkampanyekan Gerakan Indonesia Lawan Diabetes. Pagi itu suasana Pintu Barat GBK meriah sekali dengan dominasi warna kuning "DIABETASOL" yang turut mendukung acara ini. Barisan ibu-ibu sudah siap berpartisipasi mengikuti senam dan kegiatan seru lainnya di sana.



DIABETES

Diabetes itu apa sih? Istilah jaman dulu biasa disebut penyakit kencing manis alias penyakit gula di mana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Tubuh memproduksi insulin, suatu hormon yang dikelaurkan oleh pankreas, untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Penurunan produksi dan / atau pemanfaatan insulin menyebabkan diabetes. Jika tidak diobati atau tidak terkontrol, diabetes dapat menyebabkan masalah serius, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal. Beberapa di antaranya mungkin mengancam nyawa. Iiih sererem kan L

Ada 2 Tipe Diabetes

1. Diabetes Tipe 1, tubuh tidak bisa memproduksi insulin, biasanya terjadi pada orang dewasa muda atau anak-anak. Terapi insulin sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatan yang baik.

2. Diabetes Tipe 2, tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan baik. Biasanya terjadi pada orang dewasa, obesitas. Diabetes tipe 2 ini tidak tergantung insulin. Insulin diberikan hanya jika kadar gula darah tidak dapat dikontrol oleh obat oral. Lebih dari 80% kasus ini dapat dicegah atau ditunda dengan mengurangi faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya diabetes dan mengadopsi gaya hidup sehat.


  Orang dikatakan terkena Diabetes, jika dari hasil pengecekan bahwa gula darahnya di atas 126 mg/dl (puasa) atau di atas 200 mg/dl (tidak puasa).



Tahukah anda, prevalensi Diabtes terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk negeriku tercinta Indonesia. Data dari International Diabetes Foundation (IDF) tahun 2015 lalu menunjukkan bahwa lebih dari 50% atau lebih dari 193 juta penyandang Diabetes, tidak menyadari bahwa dirinya menderita Diabetes, sementara hamper seluruhnya menderita Diabetes Tipe 2. Semakin awal kasus Diabetes bisa terdeteksi, semakin cepat pengobatan dapat diinisiasi untuk bisa menghindari berbagai komplikasi yang berbahaya dan biaya pengobatan yang mahal. Data dari Klaim BPJS tahun 2014 menunjukkan bahawa Diabetes dan komplikasinya merupakan salah satu kelompok penyumbang terbesar untuk biaya katastropik JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).




Gerakan Indonesia Lawan Diabetes

Press conference acara ini dihadiri oleh beberapa narasumber : 
1. Dr. Liliy Sriwahyuni Sulistyowati , MM selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan RI
2. Prof. Dr. Agung Pranoto, dr, M.Kes, Sp.PD. K-EMD. FINASIM selaku Ketua Umum PERSADIA
3. Ibu Dini Elvirani selaku Group Business Head Kalbe Nutritionals Division
4. Prof. Dr. Sindartawan Soegondo, MD. PdD. F.A.S.E
5. Sarah Sechan selaku Campaign Ambassador Indonesia Lawan Diabetes

Gerakan Indonesia Lawan Diabetes merupakan program kemitraan antara PT. Kalbe Farma Tbk dengan Kementrian Kesehatan RI yang mempunyai misi utama mengkampanyekan , meminimalisir prevalensi penderita Diabetes dan mengurangi beban pemerintah dalam memberikan edukasi mengenai penyakit Diabetes. Membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini, kampanye #IndonesiaLawanDiabetes telah mengadakan seminar edukasi tenaga medis yang diadakan di 5 kota besar dan menjangkau lebih dari 50.000 masyarakat awam di lebih dari 43 kota di seluruh Indonesia. "Program 50.000 aksi ini telah telah mendapatakan respon yang diharapkan. Jumlah peserta Aksi bisa dilihat di www.indonesialawandiabetes.com. Per tanggal 23 November 2016 sudah mencapai 50.760 peserta dan ini jumlahnya masih akan terus bertambah sampai dengan akhir November 2016." ujar Dini Elvirani. Seluruh aksi yang terkumpul hingga World Diabetes Day bulan November 2016, akan dikonversi menjadi bentuk dukungan berupa pengecekan gula darah dan pangan nutrisi untuk didonasikan kepada layanan kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki prevalensi Diabetes tinggi. Pada kesempatan ini Kalbe Farma juga memberikan donasi sebesar Rp. 500.000.000,- melalui Kemenkes. Smoga dukungan dan donasi yang diberikan mampu menekan angka Diabetes di Indonesia.

Menurut data Riskesdas 2013, sekitar 26% populasi masyarakat yang berusia di atas 10 tahun, kurang melakukan aktivitas fisik. ditambah lagi dengan data dari Studi Diet Total (SDT 2014) menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak jenuh pada kelompok anak dan remaja terbilang tinggi, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan kegemukan dan obesitas. 

Prof. Dr. Agung Pranoto memaparkan bahwa "Sangat penting untuk mempromosikan pentingnya test penyaring Diabetes pada kelompok risiko tinggi, untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Deteksi dini komplikasi retinopati akan memungkinkan pengobatan dini yang akurat dan mencegah hilangnya penglihatan mata dan penurunan karier dan hidup kualitas pasien". 

Penderita Diabetes mau tidak mau memang harus selalu mengkonsumsi obat dengan pengawasan dokter. Dibutuhkan kesabaran dan kedisiplinan dan yang paling penting adalah merubah pola hidup yang lebih sehat, ujar Prof. Dr. Sindartawan Soegondo.


Sarah Sechan didaulat sebagai Campaign Ambassador Indonesia Lawan Diabetes, memaparkan kisahnya betapa pentingnya menerapakan pola hidup sehat sejak dini. Tubuh kita itu ibarat rumah/kendaraan bagi kita, jadi kalau tidak dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya ya akan nda nyamankan rasanya. Dahulunya Sarah mengira ketika kenyang itu sehat, tapi ternyata itu salah. Jadi untuk menerapakan pola hidup sehatnya ia menerapkan 3 J (Jumlah, Jenis dan Jadwal). Selain itu Sarah juga menerapkan diet gula yang dalam hal ini bisa mencegah Diabetes dan juga berbagai komplikasi lainnya yang bisa disebabkan oleh kadar gula tinggi dan juga rajin berolahraga. Dua kebiasaan sehat ini pada akhirnya tidak hanya mencegah Diabetes tapi juga dari berbagai penyakit lainnya dan menjaga staminanya selalu prima agar bisa produktif berkegiatan setiap hari.


                

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Dr. Liliy Sriwahyuni Sulistyowati, bahwa Diabetes dapat ditunda/dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Kita bisa menerapkan Pola Hidup Sehat dengan istilah "CERDIK" yang sudah familiar dikalangan Kementrian Kesehatan. Apa itu CERDIK? Simak gambar di bawah ini ya :) 




Nyobain rasanya minuman Diabetasol rasa vanila :)

Keseruan Ibu-ibu mengikuti Senam di Pagi hari.




Yuk, mulai sekarang lebih aware lagi dengan apa yang kita konsumsi. Karena apa yang kita makan akan mempengaruhi kita dimasa depan. You're what You Eat kalau orang bule bilang hehe...dan saya sepakat dengan quote singkat tersebut! 



Saya sudah ikut berpartisipasi aktif dalam mendukung Gerakan Indonesia Lawan Diabetes dengan ikut mengkampanyekan hidup sehat dengan CERDIK, bagaimana dengan kalain ^_^







Sumber Foto : http://www.beatdiabetes.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar