Rabu, 26 April 2017

Depression Lets Talk : Curhat Yuk Genks!

Assalamu'alaikum,


Hidup di dunia ini tak luput dari yang namanya masalah, kalau kata orang kebanyakan mah kalau nda ada masalah ya nda hidup. Karena dengan masalah terkadang kita jadi belajar banyak hal, menjadi lebih bijak dan dewasa seiring dengan ujian/masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya setiap masalah pasati ada solusinya, saya selalu percaya di "Setiap kesulitan pasti ada kemudahan". 

Pernah mengalami masalah berlarut-larut tak terselesaikan yang akhirnya membuat gelisah, susah tidur atau bahkan cenderung berdiam diri? Awas hati-hati bisa jadi itu adalah gejala depresi. Tau nda sih depresi itu kalau dibiarkan berlarut-larut berbahaya. 

Dalam rangka memperingati hari kesehatan sedunia (World Health Day) yang jatuh setiap tanggal 7 April, Kementrian Kesehatan menyelenggarakan diskusi bertema "Depression : Lets Talk. Acara ini berlangsung di ruang rapat Lt. 2 gedung B Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian kesehatan RI, Jl. percetakan negara No. 29, Jakarta Pusat. 



                         

Narasumber yang turut hadir :

  • Dr.dr. Fidiansjah, SpKJ, MPH Direktur P2MKJN
  • dr. Eka Viora, SpKJ, Ketua PDSKJI
  • Nursiladewi, perwakilan dari WHO
  • Yana, Survivor Depresi Pasca Melahirkan sekaligus Founder Mother Hope Indonesia



Apa yang melatarbelakangi tema Depresi ini diangkat? 
Negara dengan kemajuan teknologi tertinggi ternyata memiliki kekosongan hubungan antar manusia yang rendah, nda heran kenapa kasus bunuh diri di negara-negara maju seperti Jepang cukup lumayan tinggi. "Depresi secara signifikan berkontribusi dalam beban global penyakit yang sangat besar di seluruh dunia," ungkap dr. eka Viora. 

Dalam hal ini Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan para bidan dan juga komunitas di sekolah seperti UKS untuk mengadakan penyuluhan&edukasi mengenai Depresi.

Depresi  merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu dari 3 momok penyakit di Indonesia. Di dunia setiap 40 detik sekali ada satu orang yang mati  bunuh diri karena mengalami depresi parah. Depresi dapat terjadi pada setiap orang, disegala umur. Membicarakannya adalah langkah awal penyelesaiannya. 



Apa itu Depresi?

Depresi adalah sebuah keadaan/penyakit dengan gejala rasa sedih yang berkepanjangan dan hilangnya minat melakukan kegiatan yang biasanya anda sukai, diikuti dengan ketidakmammpuan menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari setidaknya selama seminggu.

Tanda-tanda depresi :

  •  Menjadi kurang aktif (energi menurun)
  •  Mengalami perubahan nafsu makan
  • Gangguan tidur (bisa lebih banyak/kurang)
  •  Cemas
  • Kurang mampu konsntrasi
  • Tidak mampu membuat keputusan
  • Merasa tak berharga dan bersalah
  • Putus asa, kemudian diikuti dengan terlintasnya pemikiran untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri
Astagfirullah...tanda-tanda depresi terakhir ini yang belakangan ini marak diberitakan, bunuh diri menjadi pilihan untuk menyelesaikan masalah yang dilaluinya.
Perlu diketahui bahwa depresi ini bisa terjadi pada siapapun, dan ini bukan kelemahan watak/mental. Depresi dapat disembuhkan dengan terapi, bisa dalam bentuk konsultasi atau pengobatan anti depresan, atau gabungan keduanya.

Ingat :
Depresi bisa disembuhkan. Jika Anda pikir Anda memiliki depresi, segera mencari pertolongan.








Apakah Anda merasa hidup Anda tidak berharga?
Apa yang mungkin Anda pikirkan atau rasakan?

  • Rasa sakit yang Anda rasakan terasa amat berat dan tidak tertahankan lagi
  • Merasa hilang harapan, seperti tidak ada tujuan hidup
  • Terus menerus memiliki pikiran-pikiran negatif  dan mengganggu
  • Tidak bisa membayangkan solusi lain dari permasalahan  Anda selain bunuh diri
  • Membayangkan kematian sebagain sautau jalan keluar
  • Merasa semua orang akan merasa lebih biak bila Anda tidak ada
  • Merasa tidak bernilai
  • Merasa sangat sendirian bahkan ketika ada keluarga dan teman di sekeliling Anda
  • Tidak memahami mengapa Anda merasa atau berpikir demikian
Perlu di ingat, Anda tidak sendiri. Banyak yang juga mengalami apa yang Anda alami dan hidup sampai saat ini. Mengalami kejadian melukai diri atau pikiran-pikiran atau rencana bunuh diri merupakan gejala tekanan emosi yang sangat parah (mungkin karena kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, putus hubungan erat, atau mengalami kekerasan atau penyiksaan). Bukan Anda yang perlu disalahkan dan ini bisa terjadi pada siapapun.  Anda bisa merasa lebih baik, percayalah ada  orang-orang yang dapat membantu Anda.
-      Apa yang dapat Anda lakukan?
  1. Bicaralah dengan anggota keluarga, teman atau rekan kerja yang dapat Anda percayai tentang bagaimana perasaan Anda.
  2. Bila Anda merasa berada dalam kondisi yang mungkin melukai diri Anda sendiri, hubungi layanan kedaruratan, tenaga kesehatan atau upayakan langsung datang ke fasilitas kesehatan atau konsultasi dengan tenaga kesehatan
  3. Bicaralah dnegan profesional di bidang kesehatan misalnya dokter, profesional dibidang kesehatan jiwa, konselor atau pekerja sosial serta tokoh agama yang dapat dipercaya.
  4. Bergabunglah dengan kelompok swa-bantu (yang memandu Anda untuk membantu diri menyembuhkan depresi) atau kelompok dukungan bagi mereka yang memiliki pengalaman melukai diri.  Anda bisa membantu satu sama lain merasa lebih baik.

Apakah Anda hidup dengan seseorang yang mengalami Depresi?
Tinggal atau hidup bersama dengan orang yang mengalami depresi bisa sangat menyulitkan. Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka yang hidup dengan Anda, yang mengalami depresi, sembari pada saat yang bersamaan Anda menjaga diri Anda sendiri.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mereka yang mengalami depresi?

  • Jelaskan pada mereka bahwa Anda mau membantu, mendengarkan tanpa menghakimi dan menawarkan bantuan
  • Cari tau lebih banyak tentang depresi
  • Dorong teman/keluarga denga depresi untuk mencari bantuan profesional .
  • Bila mereaka yang hidup dengan depresi mendapatkan resep, bantu untuk minum obat sesuai dengan anjuran. Bersabarlah, biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk penderita depresi merasa lebih baik.
  • Ajak/dorong untuk berolahraga dan melakukan kegiatan sosial
  • Jangan lupa untuk tetap merawat diri Anda dengan baik. Temukan cara untuk bersantai dan melakukan hal-hal yang Anda nikmati.

Pernahkah berpikir mengapa bayi kita justru membuat kita tidak bahagia?
Melahirkan bayi merupakan peristiwa besar dalam kehidupan seseorang. Kelahiran bayi juga dapat menyebabkan kekhawatiran, kelelahan dan kesedihan. Biasanya perasaan-perasaan itu tidak berlangsung lama namun bila berkelanjutan, Anda mungkin mengalami depresi.

Apa yang harus Anda ketahui?

  1. Depresi pasca melahirkan merupakan hal yang umum terjadi. Depresi terjadi pada 1 dari 6 perempuan yang abru melahirkan.
  2. Gejala-gejala depresi pasca melahirkan juga termasuk perasaan terbebani, menangis terus menerus tanpa alasan yang jelas, kurangnya rasa kedekatan  dengan bayi, dan keraguan akan kemampuan merawat diri dan bayi Anda.
  3. Depresi pasca melahirkan dapat ditangani dengan bantuan profesional. Konsultasi dan pengobatan dapat membantu menangani depresi. Beberapa obat bahkan dapat diminum saat menyusui.
  4. Tanpa penanganan, depresi pasca melahirkan dapat berlangsung lama selama bebrapa bulan atau bahkan menahun sehingga dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi.
Depresi setelah melahirkan sangat umum, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan bila Anda merasa mengalami depresi. 

  • Diskusikan perasan Anda dengan mereka yang dekat denagn Anda, minta dukungan mereka. Mereka mungkin dapat membantu merawat bayi Anda ketika Anda membutuhkan waktu untuk beristirahat atau untuk diri sendiri.
  • Tetap jaga hubungan dengan keluarga dengan menghabiskan waktu bersama mereka.
  • Bila mungkin, keluar ruangan untuk menghirup udara segar. Di lingkungan yang aman, bawa bayi Anda berjalan-jalan. Ini akan memberikan manfaat bagi Anda dan bayi.
  • Bicaralah dengan ibu-ibu lain yang mungkin dapat memberikan nasihat dan mau berbagi pengalaman.
  • Bicaralah dengan tenaga kesehatan yang dekat dengan anda. Ia dapat membantu Anda mencarikan perawatan yang paling tepat untuk situasi Anda. Segera cari bantuan, apalgi bila terlintas dalam pikiran Anda untuk melukai diri anda atau bayi.

-         
Sharing session dengan Mba Yana 

Sesaat sebelum Mba Yana sharing pengalamannya kehilangan anaknya, kita semua melihat vidio kisah perjalanannya Mba Yana dari kehilangan anaknya sampai bisa bangkit lagi seperti ini. Ya Allah vidionya bikin mewek :( Kehilangan orang yang kita sayangi terkadang memang membuat kita sedih berkepanjangan, yang berakibat menjadi depresi jika tidak langsung ditangani. Saat-saat inilah kita membutuhkan support dari orang-orang terdekat/keluarga. 

Oiya Awal terbentuknya Mother Hope ini adalah ketika di salah satu akun media sosialnya Mba Yona ada yang mengajak untuk berbagi pengalaman mengenai Depresi kehilangan anak dan Pasca Melahirkan. Berkat support suami, Psikolog, Mba Yana bisa kembali menjadi pribadi yang utuh sehat lahir batin dan bahagia beserta putri dan putranya yang sehat :)

                     Ibu Nursiladewi said Sehatlah secara Fisik, mental dan Sosial.



*******


2 komentar:

  1. Ini makanya saya kalau teman curhat apa aja, termasuk maaf... ketika dia jatuh cinta dengan lelaki beda keyakinan, saya dengar dulu tanpa menghakimi. Ngasih nasihat pun mesti hati2 banget, biar nggak makin dia depresi.

    BalasHapus
  2. Betul banget mba Nita, terkadang menjadi pendengar yang baik adalah sebuah pilihan ya :)

    BalasHapus