Jumat, 09 Juni 2017

Waspadai Gangguan Tiroid Sejak Dini Dengan Melakukan Skrining Neonatus

Gaya hidup kita sehari-hari akan mempengaruhi kesehatan kita dimasa yang akan datang, sudah benarkah atau sehatkah pola hidup kita? Coba tanyakan pada diri masing-masing hehe...Apalagi era generasi milennial sekarang ini yang menuntut kita menjadi semakin sibuk, pernah nda ngerasain waktu dalam sehari masih kurang rasanya? Saking banyaknya aktivitas yabg dilakukan jadi waktunya berlalu begiu cepat tak berasa, uwoooow banget deh! 

Sering merasa lelah, memiliki masalah tidur atau berjuang dengan berat badan? Iya mungkin karena faktor gaya hidup yang kita terapkan, tapi mungkin penyebabnya juga karena gangguan tiroid, karena gejala gangguan tiroid sulit untuk dibedakan dari gejala sehari-hari akibat kesibukan.

Gangguan tiroid merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi kualitas hidup. 




www.tiroidindonesia.com

Jumat 26 Mei 2017, dalam rangka memperingati hari Tiroid Sedunia yang jatuh pada tanggal 25 Mei, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan seminar yang mengangkat tema Pekan Kesadaran Tiroid Internasional : " Bukan Karena Anda Tetapi Karena Tiroid Anda". Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan kelenjar tiroid. Bertempat di Auditorium Dr. Siwabessy Gedung Prof Sujudi, dengan menghadirkan narasumber :
  1. dr. Lily S. Sulistyowati, MM
  2. dr. Aman Pulungan
  3. dr. Roy Panusunan Sibarani 

Apa itu Tiroid?

Kelenjar Tiroid = Kelenjar Gondok 
Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang lembut, berbentuk kupu-kupu, kecil dengan diameter sekitar 5 cm, berat 15-25 gram yang terletak di leher bagian bawah, di depan kerongkongan. Kelenjar tiroid berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid, yaitu tri-iodotironin (T3) dan tiroksin (T4).


                              
Pada anak-anak, hormon tiroid berperan penting untuk perkembangan otak dan tumbuh kembang.

Beberapa mekanisme yang dipengaruhi oleh hormon tiroid :
  • Aktivitas metabolisme tubuh
  • Produksi panas tubuh
  • Sikap dan perilaku
  • Pertumbuhan dan perkembangan
  • Fungsi saluran cerna dll

Waspada Bentuk Gangguan Tiroid 

A. Kelainan Fungsi
    1. Hipertiroid
kelebihan kadar hormon tiroid akibat aktivitas berlebih dari kelenjar tiroid


Penyebabnya

  • Penyakit Graves
  • Nodular goiter
  • Iatrogenik
  • Pemakaian zat lain (dopamin, glukokortikoid)
  • Terapi pengganti hormon tiroid berlebih
  • Keganasan tiroid
Gejalanya :
  • Sering merasa gugup
  • Mudah marah
  • Keringat Berlebihan
  • Detak jantung kecang
  • Susah tidur
  • Kulit kusam
  • Otot lemas
  • Mata yang menonjol
  • Buang air besar berlebih
  • Penurunan berat badan
  • Sesak nafas
  • Rambut rontok
  • Sering tremor (gemetar diluar kesadaran)
  • Intoleransi terhadap panas

     2. Hipotiroid
Kekurangan kadar hormon tiroid akibat penurunan aktivitas kelenjar tiroid 


Penyebabnya :

  • Penyakit autoimun
  • Pengangkatan kelenjar tiroid total/sebagian
  • Kekurangan yodium
  • Hipotiroid bawaan
  • Radang kelenjar tiroid (tiroiditis)
  • Perawatan radiasi
  • Obat-obatan (amiodaron, litium, interferon alfa)
  • Kerusakan kelenjar pituitari
Gejalanya :
  • Mudah lelah
  • Kulit kering
  • Cepat lupa
  • Mudah depresi
  • Mulai sering susah buang air besar/konstipasi
  • Muka sembab
  • Pertambahan berat badan
  • Intoleransi dingin 
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Kadang disertai pembesaran kelenjar tiroid (goiter)

B. Kelainan Bentuk 
      Struma/GondokPembesaran kelenjar tiroid 
       Nodul : Kelainan bentuk tiroid yang dapat bersifat jinak/ganas dan seringkali tidak                         ada gejala

C. Kanker Tiroid
Pada umumnya kanker tiroid merespon terhadap pengobatan, walaupun ada bagian kecil yang bisa bersifat agresif. 


D. Peradangan 
Peradangan pada kelenjar tiroid (Tiroiditis)


Penyakit tiroid seringkali mengalami salah diagnosis karena beberapa gejala klinisnya tidak spesifik, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk dapat membantu diagnosis secara tepat. Tanda dan gejala penyakit tiroid tidak spesifik, sehingga sering disalahartikan penyakit lain oleh pasien. 


Waspada Prevalensi Gangguan Tiroid 

Di Indonesia 17 juta penduduk menderita gangguan Tiroid. Gangguan Tiroid ini dapat mengenai berbagai usia : 

a. Bayi baru lahir 
b. Anak-anak
c. Usia Dewasa/produktif
d. Usia Lanjut

Tahukah anda? 1 dari 8 wanita akan menderita Tiroid dalam hidupnya. Wanita mempunyai resiko lebih tinggi dan 5-8 x lebih rentan terkena gangguan tiroid dibandingkan laki-laki, 55% tidak menyadari menderita gangguan tiroid. 

Waspada Dampak Gangguan Tiroid 

Perlu diketahui bahwa gangguan tiroid serius dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kehidupan sehari-hari, serta memiliki dampak psikologis. Secara khusus, gangguan pada kelompok usia tertentu dapat mempengaruhi :

a. Bayi Baru Lahir 
    bayi baru lahir > Kelainan retardasi mental

b. Anak-anak 
    Anak-anak  > Gangguan tumbuh kembang dan perilaku

c. Usia Dewasa 
    Penyakit tiroid yang tidak terdiagnosa dapat menyebabkan resiko gangguan kesehatan       yang serius seperti penyakit kardiovaskuler, osteoporosis, infertilitas.

d. Ibu Hamil 
    Gangguan tiroid pada ibu hamil akan berdampak meningkatnya resiko keguguran,                kelahiran prematur, dan gangguan pertumbuhan bayi dan anak serius.


Waspadai Hipotiroid Bawaan Pada Bayi Anda

Bayi yang lahir dengan keterbelakangan mental dan cacat fisik cukup banyak. Salah satu penyebabnya adalah hipotiroid bawaan. Yuk periksakan bayi anda untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.

Hipotiroid bawaan terjadi pada 1 dari setiap 4000 kelahiran, bayi baru lahir dengan hipotiroid bawaan terlihat normal sampai usia 3 bulan atau memiliki gejala klinis yang ringan.


Hipotiroid Bawaan
Hipotiroid bawaan atau kongenital adalah keadaan menurun atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid yang didapat sejak lahir disebabkan kelainan anatomi atau gangguan metabolisme pembentukan hormon tiroid atau defisiensi iodium.

Hormon tiroid dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan anak-anak. Lebih dari 95% bayi dengan HK tidak memperlihatkan gejala saat dilahirkan. Kalaupun ada sangatlah samar dan tidak khas. Tanpa pengobatan, gejala akan semakin tampak dengan bertambahnya usia.

Kekurangan hormon tiroid pada bayi jika tidak cepat didiagnosis dan diobati dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan kretinisme (terhambatnya pertumbuhan fisik dan mental).

Penyebabnya :
Pada kebanyakan bayi hipotiroid, tidak terdapat alasan spesifik yang menjadi penyebab kelenjar tiroid (tidak berkembang secara normal) meskipun beberapa diantaranya mewaris penyakit ini.
Penyebab Hipotiroid Bawaan Permanen :

  • Disgenesis Tiroid (80-85%), Perkembangan tiroid yang terganggu (33%) dan pertumbuhan kelenjar tiroid pada tempat yang salah (66%)
  • Gangguan pada proses pembuatan hormon tiroid, walaupun pembentukan kelenjar tiroid normal (10%)
  • Gangguan pada otak yang mengatur produksi hormon tiroid (<5%)

Penyebab Hipotiroid Bawaan Sementara :

  1. Ibu menggunakan obat-obatan yang menekan produksi hormon tiroid (khususnya ibu yang mendertita hipertiroid) pada saat hamil
  2. Ibu memproduksi antibodi tiroid selama hamil yang memblokir produksi hormon tiroid pada janin
  3. Kadar yodium yang berlebihan selama masa kehamilan atau menyusui akibat penggunaan obat-obatan yang mengandung yodium pada ibu yang tidak menderita kekurangan yodium
Gejalanya :
Kebanyakan bayi dengan hipotiroid bawaan tampak normal saat lahir, tetapi sebagain dapat menunjukkan beberapa gejala, seperti :
-          Susah makan
-          Lesu
-          Jaundice (kulit kuning)
-          Susah buang air (konstipasi)
-          Pembesaran lidah
-          Tangisan parau
-          Perut membesar dengan hernia umbilicus


Pemeriksaan TSH Neunotus
Bayi baru lahir sebaiknya melakukan pemeriksaan TSH Neonatus, tujuannya untuk menyaring kemungkinan adanya tiroid bawaan dengan melihat fungsi tiroidnya. Jika kadar hormon tiroid menurun dan sekresi TSH meningkat menandakan hipotirodisme.

Kapan Dilakukan Pemeriksaan TSH Neonatus?
Skrining fungsi tiroid pada bayi baru lahir berusia 3-5 hari (tidak dilakukan pada bayi yang lahir prematur dan menerima transfusi darah)

Bagaimana Pemeriksaan TSH Neonatus Dilakukan?
Tes skrining dilakukan melalui pemeriksaan darah bayi. Darah bayi akan diambil sebelum ibu dan bayi meninggalkan rumah sakit bersalin. Jika bayi dilahirkan dirumah, bayi diharapkan dibawa ke rumah sakit/dokter sebelum usia 7 hari untuk dilakukan pemeriksaan ini. Darah diambil melalui tusukan kecil pada salah satu tumit bayi, lalu diteteskan beberapa kali pada suatu kertas saring dan setelah mengering dikirim ke laboratorium.

Bagaimana Penyakit ini Diobati?
Deteksi dini dan terapi (penggantian hormon) pada bayi dengan hipotiroid bawaan akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental yang normal.
Terapi akan efektif jika dimulai pada beberapa minggu setelah lahir. Terapi yang terlambat dapat menyebabkan berkurangnya kecerdasan.
Setiap anak berhak mendapatkan yang terbaik dari awal kehadirannya.

Skrining Neonatus
Adalah pemeriksaan yang dilakukan pada bayi baru lahir usia 48-72 jam untuk menyaring kemungkinan kelainan hipotiroid kongenital, yang dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan fisik maupun penurunan kecerdasan dan bahkan retardasi mental.



Tujuan Skrining Neonatus
Untuk mendeteksi bayi baru lahir yang beresiko memiliki kelainan hipotiroid kongenital.

Thyroid Stimulating Hormone sensitive (TSHs)
TSH bertugas untuk mengatur sistesis hormon tiroid. Jika kebutuhan produksi hormon tiroid meningkat, maka TSH akan dikeluarkan dan sebaliknya jika hormon tiroid berlebih dalam tubuh, TSH akan ditekan. Pemeriksaan TSHs dilakukan untuk menentukan fungsi tiroid. Pemeriksaan TSHs merupakan paramater tunggal pertama untuk gangguan fungsi tiroid, karena sensitivitas pemeriksaannya yang tinggi. 

Free Thyroxine (FT4)
Pemeriksaan Ft4 mengukur bagian hormon tiroksin yang bebas (tidak terikat protein), yang aktif metabolik sehingga tidak dipengaruhi oleh jumlah protein pengikat yang disebabkan penggunaan pil KB, kehamilan, estrogen eksogen, obat-obat tertentu dan lain-lain. 

Pemeriksaan TSHs dan FT4 merupakan pilihan yang paling optimal untuk menentukan status tiroid (Hipotiroid, Eutiroid atau Hipertiroid) dan membantu diagnosis gangguan fungsi tiroid yang lebih baik sehingga penanganan menjadi tepat sasaran. 

Kesimpulannya
Mari kita waspadai tiroid dengan 3 langkah berikut ini :
1. CEGAH 
2. DIAGNOSA DINI
3. SEGERA OBATI





 ******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar