Jumat, 18 Agustus 2017

Mengenal Psoriasis : Penyebab dan Pengobatannya

Bismillahirrahmanirrahiim...



Seiring dengan kemajuan teknologi, sekarang ini juga banyak muncul penyakit-penyakit yang aneh dan langka. Ada yang merasa demikian juga kah? Belakangan ini saya kenal dengan psoriasis, awal taunya juga karena melihat berita di internet yang sedang memberitakan penyakit ini. Penasaran saya coba aja baca, gejala awalnya sih seperti penyakit kulit biasa seperti gatal-gatal dikulit kepala alias ketombe begitu hampir mirip dengan eksim sih tapi ini jauh lebih mengerikan. Sejak saat itu saya jadi tau begitu banyak jenis penyakit kulit, dari yang ringan hingga yang berat yang membutuhkan pengobatan sepanjang hidupnya :(
Dok : https://allrash.com/difference-eczema-psoriasis/

Saya punya alergi di kulit kepala, jika saya kecapean/stres dia akan muncul dan akan hilang jika diobati kalau dibiarkan saja tanpa diobati lama sembuhnya dan makin menjadi-jadi gatalnya. Pas berobat ke dokter spesialis kulitpun beliau bilang jika alergi saya ini tak bisa disembuhkan secara total, dia akan muncul kembali jika saya stres. So jauh-jauh sama yang namanya stres katanya. Coba di ingat-ingat yang ketombean selain mungkin kurang cocok sama shamponya mungkin juga akibat karena kecapean/stres (nyari temen *eh). 

Rabu, 16 Agustus 2017 saya menghadiri Press Conference Kesehatan dengan tema "Redefining Psoriasis Treatment" bertempat di Hotel Westin, Jakarta. Bersyukur dalam kesempatan ini akan mengupas seluk beluk mengenai psoriasis, penyebab, dan pencegahannya seperti apa. Mungkin namanya memang belum begitu familiar ya daripada penyakit kulit lainnya seperti panu, kadas, kurap dls. Namanya juga agak susah diingat dan dieja menurut saya hehe...Yuk kita cari tahu lebih dalam apa itu Psoriasis.

Telah hadir beberapa narasumber :
  1. Milan Paleja, President Director Novartis Indonesia
  2. Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, Direktur pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak menular, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
  3. Dr. Danang Tri Wahyudi Sp. KK(K), Spesialis Dermatologi dari Rumah Sakit Dharmais
Dok Foto : IG @bo.ghaisan
Kami semua yang hadir merinding, pokoknya perasaanya waktu itu campur aduk saat menyaksikan vidio penderita psoriasis. Dia adalah seorang dokter gigi yang sudah mengidap penyakit ini sejak lama hampir 16 tahun, dia juga udah hampir ingin mengakhiri hidupnya dua kali saking depresinya. Harapannya saat itu sederhana, ingin sembuh dan bisa memakai baju dengan lengan pendek, bisa menikmati berenang dengan teman-temannya. Sungguh memilukan sekali, kenapa harus dia yang terkena penyakit ini? "katanya.

Psoriasis, Penyakit apa itu?
Psoriasis adalah penyakit autoimun umum yang tidak menular, penyebabnya tidak diketahui tetapi faktor genentik  dan kelainan imunologi dapat mempengaruhi timbulnya penyakit ini, termasuk penyakit kulit yang langka yang mana penderita penyakit ini mengalami pergantian kulit yang terlalu cepat. 

Kurang lebih 30% pasien psoriasis memiliki, atau akan mendapatkan psoriasis artritis (PsA), kondisi di mana sendi-sendi tubuh terkena psoriasis dan menyebabkan nyeri, kekakuan, dan kerusakan sendi permanen. Psoriasis juga diasosiasikan dengan kondisi kesehatan serius lainnya, seperti diabetes, sakit jantung dan depresi.


Dampak penyakit ini begitu mencekam, penderitanya seperti yang diceritakan di vidio tadi ingin mengakhiri hidupnya alias bunuh diri karena merasa dikucilkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari hingga berujung depresi. 


Pemicu penyakit ini diantaranya adalah :
  • Infeksi seperti infeksi kuli/infeksi bakterial
  • Stres
  • Konsumsi Alkohol
  • Merokok
  • Sinar Matahari
  • Trauma Fisik
  • Adanya gangguan metabolisme

Tanda-tandanya :
  • Bercak kemerahan pada kulit
  • Bersisik
  • Kulit yang menebal

Epidemiologi psoriasis secara global prevalensinya 1-3 %, insiden tertinggi pada kelompok kaukasus, sedangkan insiden terkecil ditemukan pada pribumi suku indian di Chile dan Argentina. Di Indonesia sendiri penyakit ini ditemukan dari sabang sampai merauke dengan perkiraan 1% dan penyakit ini biasanya dimulai pada usia 10-30 tahun dan resiko sama untuk laki-laki dan perempuan. Penyakit ini mengenai seluruh tubuh relatif lebih berat, namun memberikan respon yang baik terhadap pengobatan. 

Langkah Pencegahan dan pengendalian Psoriasis di Indonesia 
Kementerian Kesehatan RI membuat kebijakan dan strategi dalam pencegahan dan pengendalian psoriasis. Langkah pencegahan dilakukan melalui :
  1. Penyusunan buku Pedoman Penanggulangan Psoriasis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. 

Penyusunan Kurikulum dan Modul Pelatihan penanggulangan psoriasis dan Lupus Eritematosa Sistemik Bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Pertama, guna meningkatkan dan memperkuat manajemen deteksi dini dan tatalaksana faktor risiko pada psoriasis yang didukung dengan peningkatan dan pengembangkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan.

     2. Promosi kesehatan

Promosi kesehatan dilakukan melalui kegiatan advokasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat dan informasi melalui media. 

     3. Kemitraan 

Kemitraan dapat dilakukan oleh lintas sektor maupun lintas program melalui jejaring kerja dan kemitraan untuk mendukung dan memperkuat penanggulangan psoriasis. 

Pengobatan baru untuk psoriasis dengan secukinumab dari Novartis
Perusahaan farmasi global Novartis meluncurkan pengobatan baru sebagai solusi bagi penyakit psoriasis, dengan meluncurkan Secukinumab untuk mendapatkan kondisi kulit yang lebih baik.

Hal ini diperjelas oleh Milan Paleja, bahwa pengobatan baru ini diharapkan dapat memberikan kulit yang bersih hingga 90%. 

Secukinumab adalah obat biologis, protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi. Secara sederhana obat ini beraksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut.
Novartis juga turut mendukung Pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan melalui JKN maupun pasar komersial untuk meringankan beban sosial dan ekonomi pasien Indonesia yang disebabkan oleh psoriasis. Adaah sebuah kebanggan untuk dapat bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) untuk memberikan harapan baru bagi pasien psoriasis.

Dalam kesempatan ini tak lupa dr. Lily S. Sulistyowati mengingatkan kepada kita semua untuk selalu menjaga kesehatan dengan rumus CERDIK yang selalu ia sampaikan dalam berbagai kesempatan seminar kesehatan. Masih ingat kan dengan GERMAS & CERDIK? 



*******




4 komentar:

  1. Saya juga baru tahu nih penyakit Psoriasis. Gawat juga efeknya kalau ada yg enggak kuat, sampai bisa bunuh diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo, penyakit kulit sekarang ngeri2 yaa :( Kudu lebih wasapada ya

      Hapus
  2. aku ada teman yang kena psoriaris ini mba. kasihan banget kalau liat kulitnya. ntar aku infoin soal obat ini. siapa tau dia cocok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah astagfirullah haladziim...Smoga belum begitu parah ya mba dan segera bisa diobati dengan ini, dan cocok :)

      Hapus