Kamis, 19 Oktober 2017

Film My Generation : Realita Remaja Zaman Now

Bismillahirrahmanirrahiim 
Assalamu'alaikum,


"Sebenarnya menyebalkan, tiap kali ngungkapin pendapat selalu dianggap pembangkang, tiap kali kita nda setuju akan sesuatu kita dianggap pemberontak"        - My generation Film -


Pernah mengalami kejadian seperti penggalan quote di atas? Yes, saya rasa hampir 50% remaja zaman now pernah disituasi tersebut...tapi apakah saat kejadian tersebut berlalu aja kita anggap hal biasa atau malah berakibat menjadikan kita pribadi yang justru arogan? 

Berbicara kidz zaman now itu kadang suka bikin deg-degan dengan perilakunya, bikin elus-elus dada juga dengan kenakalan yang dilakukannya. Pokoknya jadi orang tua era milenial begini emang harus punya stok sabar seluas samudera karena tantangan yang dihadapi uwow banget hehe. Banyak-banyak berdoa agar anak-anak kita dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik. Orang tua pun harus melek teknologi, agar bisa memantau kehidupan sang anak di media sosial. 


Mengingat masa-masa remaja itu kadang suka bikin ketawa dan senyum-senyum sendiri, ketika SMA saya pernah melakukan suatu kekonyolan. Kejadian ini sungguh masih tersimpan erat di memori saya. Jadi saya dulu ngefans berat sama grup band The Moffats, sampai nama saya yang manis Melinda Niswantari saya ganti dengan Moffatta Niswantari. Seragam sekolah kan ada namanya tuh ya, terus saya bikin nama yang bisa di pasang lepas gitu pakai perekat...model nama pasang lepas ini juga nyontoh teman-teman haha. Saya juga menggunakan nama tersebut dalam penulisan artikel di majalah sekolah kala itu. Tujuannya apa? ngikut-ngikut aja sih lebih tepatnya, namanya juga nge-genks :)

Singkat cerita nih ya, label nama saya itu kepergok sama salah satu guru mata pelajaran IPS. Saya dipanggil dan diceramahin panjang deh...ampun, deg-degan sama ngeri aja kalau sampai orangtua dipanggil gegara itu. Tapi untungnya semua berakhir dengan damai :) Kira-kira kenakalan remaja kalian seperti apa teman-teman? hehe.

Tapi memang ya, masa-masa remaja itu masanya pencarian jati diri, mencari pusat perhatian dengan berbagai cara, ingin di dengar, dls. Untuk itulah pendampingan orangtua dan lingkungan yang mendukung sangat dibutuhkan demi melahirkan generasi yang lebih baik. 

Dengan latar belakang kehidupan remaja zaman now, sutradara Upi kembali menggarap film bertema remaja dengan segala problematikanya. Masa remaja adalah masa yang sangat kompleks, bak sebuah rollercoaster penuh dinamika naik dan turunnya.  Dikemas dengan sangat apik dan sukses bikin saya penasaran kapa yang akan hendak disampaikan oleh sang sutradara multitalenta ini. 

Film "My Generation" ini bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU Zeke, Konji, Suki dan Orly. Diawali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena vidio buatan mereka yang meprotes guru, sekolah, dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka.Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas. Ke-empat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula. 

Orly sebagai perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip. Ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang melabeli kaum perempuan. Selain itu orly bermasalah dengan ibunya yang single parent, yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. 


Suki sebagai perempuan paling cool diantara temen-temennya. Selayaknya anak muda pada umumnya Suki memiliki krisis kepercyaan diri yang berusaha ia sembunyikan. tetapi krisi kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negatif padanya. 


Zeke, pemuda rebellious tapi easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya, ternyata mendendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya. Zeke merasa kedua orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya. 


Konji, sebagai pemuda polos dan naif. Tengah mengalami dilemadengan masa pubertasnya. Ia merasa ditekan oleh aturan orangtuanya yang sangat kolot dan over protective. Hingga ada suatu peristiwa yang membuatnya shock. Hal itu membuat kepercayaanya pada orangtuanya hilang dan Konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut terhadap Konji. 


Di Film My Generation ini Upi sang sutradara memunculkan pemain-pemain baru, film yang diproduksi oleh IFI Sinema ingin memberi realita lebih dekat tentang kehidupan generasi remaja zaman now dan milenials sehingga dapat menjadi catatan penting dalam mengetahui karakter mereka yang sesungguhnya. Proses pembuatan film ini juga melalui riset social media listening selama 2 tahun dan pengerjaan filmnya sendiri menghabiskan waktu 1 tahun. 




Kenapa harus nonton? Karena menurut saya pribadi ini mewakili remaja zaman now, yang kritis dan berani menyuarakan pendapat mereka dengan segudang ide-idenya yang kreatif. Bisa juga buat quality antara orangtua dan anaknya, bahan diskusi dengan sang anak setelah menonton film ini :) Semoga banyak hikmah yang bisa diambil dari film produksinya IFI Sinema ini ya. Film My generation akan tanyang serentak mulai 9 November 2017. Sebelum nonton filmya, coba intip trailernya dulu di sini ya  ^_^



Wassalam,
Salam Persahabatan ^_^


*******


Sumber Foto :
IG : @mygenerationfilm

8 komentar:

  1. Gak sabar pingin nonton langsung di Bioskop film my generation. Seru kyaknya nonton rame-rame ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama...penasaran sama para pemainnya juga. Yuk kita nobar aja kaka hehe

      Hapus
  2. Enak nonton bareng temen satu genk ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhu, jadi bernostalgia ntr masa-masa remaja dulu haha

      Hapus
  3. Kids jaman now emang kritis banget ya. Sebenarnya jaman kita pun udah kritis tapi pada nggak berani bersuara, hahahaha. Btw masak sih Melinda dulu pernah ngelakuin di atas? Bisikin dong kapan kejadiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyoo, kritisnya mungkin masih level biasa saja ya hehe. Beda sama sekarang yang lebih berani mengungkapkan pendapatnya.

      Iyoo, nda percaya yak? Kyaknya pas aku kelas 1 SMA deh ini :)

      Hapus
  4. Penasaran sama filmnya. Jadi cerita anak remaja ya

    BalasHapus
  5. Iya ceu, mengangkat generasi kids Zaman now hehe. Yuk nobar kita :)

    BalasHapus