Tips Menulis Dengan Cinta Ala Dini Fitria

"Menulis itu soal rasa, temukan rasamu dan Jagalah" (Dini Fitria)

Halo teman-teman, Ada yang suka curhat? Lalu merasa lega alias ploong setelah curhat? Walaupun terkadang yang dicurhatin cuma jadi pendengar yang baik hehe (nda ngasih solusi). Siapa yang seperti ini? Ayo ngaku :)

Menurut teman-teman lebih baik mana curhat daripada menulis? Ternyata manfaat menulis banyak loh, menurut Jurnal Advances in Psychiatric Tratment (2005) menulis ternyata berpengaruh pada kesehatan jiwa dan fisik. Kebiasaan menulis tentang pengalaman hidup yang berharga dapat menurunkan masalah kesehatan. Orhan Pamuk pun mengatakan bahwa menulis telah membuatnya berbahagia. Dia menulis untuk berbahagia. 

Cara termudah, termurah dan teraman untuk menuangkan rasa adalah dengan menulis. Iyes setuju banget deh J Menulis tidak hanya sebagai sarana mengekpresikan diri, tapi juga melegakan jiwa dan menunjukan eksistensi.

Tak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya untuk punya blog dan terjun menjadi seorang “Blogger” lebih tepatnya menuliskan sesuatu ketika saya datang dari event satu ke event lainnya. Latar belakang pendidikan saya adalah Biologi, bukan jurnalis yang mana kemampuan menulis saya perlu diasah dan digali.  

Saya sangat menyadari kemampuan saya menulis masih minim, untuk itulah saya sangat antusias mengikuti workshop yang berkaitan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan saya dalam soal menulis. Karena ilmu itu wajib banget dijemput  dan diupgrade kan genks? Hehehe.

Kamis Manis Tanggal 15 Februari 2018, saya alhamdulillah terpilih mejadi peserta workshop “Menulis Dengan Cinta” bersama Dini Fitria yang berlangsung di  EV Hive, Kuningan Jakarta Selatan. Acara ini terselenggara atas kerjasama dari Komunitas ISB juga para sponsor C2Live, Zoya, Zoya Cosmetic, Shafira, dan Kulina. 

Menulis Dengan Cinta Bersama Dini Fitria

Menulis dengan cinta? Sudahkah selama ini kita menuliskan sesuatu dengan cinta? Duuuh makjleb ini deh L Iyes, terkadang tanpa kita sadari saya menulis tanpa cinta, hasilnya tulisannya hambar dan kaku. Sampai sekarang saya masih berusaha untuk bisa menulis dengan baik its mean enak dibaca, nda terkesan menggurui dan pembaca juga mendapatkan manfaat dari tulisan saya tersebut setidaknya apa yang saya tuliskan bisa menginpirasi orang lain untuk tergerak melakukan sesuatu yang baik karena ini kan menjadi poin plus untuk saya sekaligus amal jariyah J
Me and Ka Dini Fitria+Baby Raihana :)

Penting banget bagi serang penulis untuk mempunyai ruang rasa sendiri, untuk menumpahkan segalanya agar lega. Pernah nda sih teman-teman merasa kesulitan ketika akan menulis? Ide banyak dikepala tapi bingung menuangkannya alias memulai dari mana, jujur saya sendiri masih kesulitan bikin opening tulisan atau prolog. Makanya terkadang saya nulisnya menggunakan alur maju mundur cantik *eh. Yang ada dikepala dituangkan terlebih dahulu, sampai nanti nemu ide lagi baru dilanjutin. Jadi nulisnya loncat-loncat hahaha.

Boleh kasih opening tapi jangan terlalu panjang ya, buatlah sang pembaca terpesona dan penasaran di awal tulisan agar mau melanjutkan membacanya sampai selesai. Lalu bagaimana agar tulisan kita itu mempunyai rasa?  

Teknik Menulis : Tema-Premis-Alur-&Needs-Value-Goal

Berikut ini Tips Menulis ala Dini Fitria 
  1. Bermain dengan Diksi 
Menurut Wikipedia Diksi adalah sebuah pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. 

Adapun manfaat diksi adalah sebagai berikut :
  • Membuat orang yang membaca lebih mengerti mengenai apa yang disampaikan penulis
  • Membuat komunikasi menjadi lebih efektif
  • Melambangkan ekpresi yang ada dalam tulisan secara tertulis/terucap
  • Membentuk ekpresi ataupun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pembacanya
Saya pribadi suka dengan tulisan yang piawai memainkan kata-kata, suka terbawa suasana dan berimajinasi sendiri jadinya...merasakan apa yang dirasakan penulis :)

   2. Mengapa Menulis?

#WhyIWrite : I write to allow the worlds in my mind the chance to exist and flourish (Dini Fitria)

Sebelum menulis kita harus tahu terlebih dahulu kenapa kita ingin menulis artikel tersebut? Apakah karena kita tertarik dengan temanya atau karena temanya relevan dengan kehidupan kita sehari-hari jadi lebih mudah dalam menuangkannya untuk menjadi sebuah tulisan? Beda lagi kalau menulis karena memang kewajiban ya, misalnya tulisan reportase event/sponsored post hehehe. 

Mulailah menulis dengan unsur “Why”, setelah itu baru ditambahkan “What” dan “How”.
Pada dasarnya menulis hal yang kita sukai jauh lebih mudah kan? Berbeda pastinya saat kita menulis misalnya sesuatu yang belum pernah kita tahu/pahami sebelumnya atau bahkan mungkin yang kita tak sukai tapi karena tuntutan pekerjaan *eh tapi itu jadi tantangan tersendiri sih buat saya :)

Nah yang menjadi poin di sini adalah menuliskan apapun sebaiknya ada sentuhan rasa dan cinta di sana agar pesan yang kita sampaikan diterima dengan baik dan ngena ke pembaca. 

4 poin penting yang harus di ingat :
  • Goal yang jelas
  • Relevan/prestisius/dekat dengan keseharian
  • Penasaran
  • Penghayatan
Menulis adalah cara kita berbicara pada diri sendiri. Writing is healing ^_^

 3. Features Stories

Features Stories menurut wikipedia adalah jenis tulisan yang menyampaikan fakta dengancara ringan, menarik, dan menonjolkan fungsi menghibur tanpa terikat dengan aturan 5W+H1/hal-hal yang terjadi pada waktu kejadiannya, namun tetap informatif dan mendidik.

A feature is a story about facts, not about fiction features is all about emotion, feature is taste.

Pada dasarnya feature stories lebih banyak mengajak pembaca untuk berimaginasi. 
Apa sih ciri-ciri Feature Stories? 
  • Bertutur
  • Deskriptif : Menggambarkan suatu profil/peristiwa tertentu secara gamblang
  • Informatif
  • Gaya penulisan : Indah memikat, naratif, prosais, imajinatif
  • No need exactly 5W+1 H
  • Human of Intereset
Dok Foto : Twitter @akunovitania
Dok Foto : Twitter @fitrian
Teknik Menulis Feature : 
  • Lead in angel
  • Poin of view
  • Daya pikat (karakter menulis)
  • Bahasa rapi dan tejaga
  • Lihai bermain kata
  • Banyak diksi
  • Edutainment
  • Full of value
  • Hati dan jiwa
Do & Dont !
  1. Adanya benang merah
  2. Tulisan sebaiknya menjadikan diri kita bukan hanya sebagai subjek tapi juga objek
  3. Korelasikan apa yang kita alami dengan sesuatu yang up to date atau cases yang membuat pembaca merasa senasib
  4. Pembaca tidak butuh dinasehati
  5. Provoaktif tapi tidak agresif
  6. Perbendaharaan kata
  7. Memadukan experience diri dengan case yang kita tulis
  8. Too much idea
  9. Jumping words
  10. Typo (ulang lagi)
4. Storytelling  

Kenapa storytelling itu penting?
  1. Karena kebanyakan orang suka dengan cerita.
  2. Membuat yang membaca dan mendengar merasa menjadi bagian dari cerita
  3. Lebih mudah menyentuh hati
  4. Meninggalkan kesan yang mendalam
Mengenal Sosok Dini Fitria

Siapa sih yang tak kenal dengan Dini Fitria, produser sekaligus presenter program Jazirah Islam juga penulis Novel Best Seller Trilogi Cinta : Muhasabah Cinta, Hijarah Cinta dan  Islah Cinta. Hobinya membaca buku filsafat dan psikologi.

Semua novel tersebut based on true story, berdasarkan pengalaman hidupnya, seperti apa yang ia lihat, rasakan dan kejadian yang dialaminya itulah tercipta cerita dan tokoh yang bukan direkayasa, walaupun ada penambhaan karakter dan cerita yang dibuat supaya saat dibaca alurnya mengalir dengan sendirinya.
Mungkin teman-teman sudah ada yang membaca novelnya?

“Cinta itu bisa kita dapatkan di tempat yang enggak kita suka sekalipun. Kalau udah cinta insha Allah nulisnya pun mengalir” ungkap Dini. 

Siapa yang sangka, rasa bencinya dengan India justru malah menghantarkannya untuk menerbitkan novel Islah Cinta, mau tau lebih jelasnya baca bukunya aja  ya dan kita akan temukan jawabannya kenapa Dini melanggar sumpah yang pernah diucapkannya saat di India :) 

Dok Foto :
 https://tamanbermaindropdeadfred.wordpress.com/2017/05/05/ask-author-dini-fitria-penulis-novel-islah-cinta/

Tips menulis dari Ka Dini Fitria :

Menulislah dengan bahagia, nikmati proses demi prosesnya, misalnya riset, observasi, mencari narasumber terpercaya, membeli buku referensi. Menulis itu seperti menemukan dunia baru, healing...bisi bikin jiwa tenang dan happy. Menulislah dengan hati karena pembaca bisa terinspirasi dan bisa bermanfaat. Karena manusia yang baik adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Semakin banyak menulis semakin bagus nulisnya, pintar merangkai kosakata, kosakata semakin banyak dan juga banyak membaca. Karena practise make perfect, right :)

Barisan #PinkSquad yang haus akan ilmu :)

Terima kasih ISB dan para sponsor sudah menyelenggarakan workshop "Menulis Dengan Cinta" Bersama Dini Fitria. Ditunggu next workshop nya ya :) Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan dapat diaplikasikan khususnya untuk saya sendiri. 


"Menulislah dengan Bahagia, dan Bahagialah karena Menulis", Dini Fitria



******


15 komentar:

  1. Baca tulisannya jadi pengin belajar terus nih biar tulisan bisa dikenang-kenang sama pembaca.

    BalasHapus
  2. semoga semakin nambah ilmu menulis kita yaa...terima kasih banget sama Dini

    BalasHapus
  3. Saya jadi banyak belajar dari workshop ini semoga memperkaya dan semakin cetar :)

    BalasHapus
  4. Menulis dari workshop ini banyak yang bisa diambil pelajaran ya. Ilmu yang bermanfaat utk semua orang.

    BalasHapus
  5. Biar yang baca juga suka, seorang penulis itu harus selalu mengupgrade ilmu ya mba, salah satunya memahami minat pembaca.

    BalasHapus
  6. Aku pilih curhat dalam tulisan. Eeeaaa. Bener enggaknya mah nanti aja diedit, yg penting niat nulia dulu. Hahahha

    BalasHapus
  7. menulis emang bikin hepi... tulisan hepi bikin pembaca hepi deh

    BalasHapus
  8. Mba Dini kasih materi penuh totalitas, jadi mudah ditangkap, enggak bikin jenuh

    BalasHapus
  9. Hai my pink squad. Aku sudah bahagia dengan menulis selama ini mski masih byk kurangnya

    BalasHapus
  10. Benar-benar workshop yang berbobot yah nona melinda...aku dari awal sampe akhir ga berkedip merhatiin materi yang dipaparkan oleh Mbak Dini Fitria 😁😁

    BalasHapus
  11. Wah grup baru nih pink squad. 😊😊 semoga sekarang mba melida sudah menulis dengan bahagia ya

    BalasHapus
  12. Itu seru banget sik foto-fotonya, hihi. Materi ini bikin mikir gimana merangkai kata-kata supaya makin ciamik!

    BalasHapus
  13. Beberapa tahun yang lalu saya pernah nyimak talkshow-nya mba Dini ini. Reporter yang suka dinas luar negeri ya dan pintar nulis novel juga. Menulis dg cinta dan yang enggak, memang kelihatan kok :) Tekhnik story telling kalau buat saya memang yang paling asyik dibaca, termasuk dalam penulisan di blog :D

    BalasHapus
  14. Dapet juga ilmu ya dari mba Dini di workshop batch 2 kemarin. Skrg udah tau tekniknya.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.