Nature For Water : Memaknai Hari Air Sedunia

"Company's business must be in line with its social contribution to the society"
(Tirto Utomo, 1994)
                                                                               
"There is only one earth. We only live once"
(Antoine Ribound, Former Danone CEO, 1972)




Ada yang familiar dengan sosok Tirto Utomo? Yes beliau adalah pendiri Aqua Golden Mississipi, sebuah merek perusahaan air minum yang sangat terkenal di Indonesia. Bahkan menjadi branding saat orang menyebut air minum dalam kemasan ingatnya ya AQUA :)

Dalam kesempatan kali ini saya, tepatnya tanggal 22 Maret 2018 saya berkesempatan untuk berkunjung ke pabrik AQUA yang berada di Sukabumi! Waaah so excited...seru banget pastinya, ngebayangin bisa melihat sumber air yang biasa kita minum sehari-hari. 

Kamis pagi sekitar pukul 6.20 saya sudah mendarat dengan manis di Cyber 2 Tower, tempat meeting point berkumpulya para bloggers juga media. Karena kita akan berangkat bersama-sama dengan menggunakan mobil Innova secara konvoi hihihi. 


Sebelum berangkat kita di suruh mengisi Pre Test, berasa ujian deh. Pertanyaannya ya seputar tema yang nanti akan di bahas, ada beberapa point yang saya beneran belum tahu sama sekali seperti water pond. Jadi saya isi menurut sepemahaman saya aja. Nanti juga ada Post Test nya juga loh yang akan kita isi setelah acara selesai. 

Ini loh beberapa pertanyaan-nya : 
  1. Kenapa solusi berbasis alam dianggap bisa menjadi salah satu cara untuk menangani krisis air
  2. Sebutkan 3 upaya menjaga kelestarian air dengan solusi berbasis alam
  3. Apa yang dimaksud Water pond? Dan bagaimana cara kerja untuk melestarikan air
  4. Apakah air hujan bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari?
  5. Sebutkan fungsi dari DAM Resapan Air?
  6. Mengapa penting untuk menyesuaikan program konservasi dengan kondisi lingkungan di sekitarnya? 
Nah dari pertanyaannya jadi ada gambarannya kan, apa saja yang akan dibahas? Mungkin teman-teman udah ada yang tahu jawabannya hehehe. 

Perjalanan dari Cyber 2 Tower menuju Sukabumi memakan waktu kurang lebih 2 jam, pukul 9an kita sudah sampai dengan selamat di Pabrik AQUA PT. Tirta Investama di Sukabumi. Selain disambut dengan cuaca dan udara yang sejuk kita juga disambut dengan welcome snack dan drink jajanan tradisional yang menyehatkan, jagung rebus, kacang rebus, pisang rebus dls. Wiiih jadi makin semangat, dan siap buat mendengarkan pemaparan dari beberapa narasumber yang hadir. 

Apa sih yang bisa kita lakukan untuk melestarikan air?
Upaya apa saja yang  bisa membantu melestarikan air?

Sejarah Hari Air Sedunia

World Water Day atau Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidag Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil (Wikipedia). 


Setiap tahunnya pada Hari Air Sedunia terdapat tema khusus, dan tahun ini mengangkat tema “Alam untuk Air” atau "Nature for Water” yang fokus pada Solusi berbasis Alam (SBA) untuk menghadapi tantangan dalam pelestarian air yang semakin berat pada abad 21. Hari Air Sedunia diperingati untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pelestarian air.

Sudahkah kita memanfatkan air dengan sebaik-baiknya? 
Sudahkah kita ikut berperan dalam melestarikan air?

Campaign : "Solusinya ada di alam" atau "The Answer is in Nature"

                             

Tahukah teman-teman...
Bahwa alam memiliki solusi dalam mengurangi krisis terkait air di dunia seperti banjir, kekeringan dan polusi air. Bertepatan dengan Hari Air Sedunia, Danone-AQUA  mengadakan diskusi santai "Bincang Air". Di sini kita akan belajar tentang apa yang bisa kita lakukan dari alam untuk air. Danone-AQUA percaya bahwa solusi alamiah memiliki potensi untuk menyelesaikan banyak tantangan dalam pelestarian air karena caranya yang berkelanjutan untuk menyeimbangkan kemabli siklus air, mengurangi dampak perubahan iklim serta meningkatkan kesehatan dan pendapatan masyarakat. 

Nah salah satu upaya yang dilakukan oleh Danone-AQUA adalah melakukan upaya konservasi air dengan memanfaatkan solusi ilmiah yang digabung dengan grey infrastructure seperti yang sudah dilakukan Danone-AQUA di daerah Sukabumi. 

Telah hadir Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia mengatakan bahwa sebuah kepedulian yang dilakukan dengan tindakan nyata akan lebih baik hasilnya. Seperti yang dilakukan oleh Danone-AQUA yang tak hanya peduli dengan bisnis semata Danone-AQUA juga peduli dengan planet yang ada di bumi ini. Dengan memberikan upaya menghadapai tantangan pelestarian air dengan cara kembali ke alam/lingkungan.

Hadir juga Bapak Karyanto Wibowo selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia yang menyampaikan sejarahnya diperingati Hari Air Sedunia yang tiap tahun memiliki tema berbeda juga fakta-fakta mencengangkan seputar air, misalnya 1/3 juta orang di Dunia tidak mendapatkan akses air bersih, yang mana kebutuhan air itu kan sangat penting ya dalam kehidupan sehari-hari. Kok bisa ya??? Yuk...yuk...yuk...mari di simak!
Bapak Arif Mujahidir & Bapak Karyanto                       

Did You Know That....
  • 2/3 of the World's forest are degradde?
  • Floods, droughts and storms have affected over 4 billion people and caused $ trillion of damage in the past 25 years?
  • Up to 40 billion tonnes of loose topsoil gets washed into our water every year?
  • 80% of all the world's waste water flows back into the rivers and oceans without being treated?
  • 2.1 Billion people have no safely - managed drinking water services?
Berikut ini adalah beberapa upaya yang sudah di lakukan oleh Danone-AQUA dalam rangka melestarikan air :

  • Penanaman pohon untuk merestorasi recharge area, dengan menanam 580.000 pohon yang tersebar di delapan desa yaitu Desa Pasawahan, Desa Tenjolaya, Desa Cisaat, Desa Kutajaya, Desa Jayabakti, Desa Tangkil, Desa Girijaya, Desa Cidahu. 
  • Melakukan program konservasi teknis untuk mengurangi memasukkan air ke dalam tanah. Dibuatlah water pond dan PAH (Pemanen Air Hujan), DAM resapan air, dan Sumur Resapan Inovatif.
  • Pembayaran jasa lingkungan untuk konservasi hutan.
  • Pengolahan air limbah, 100 % bersih sesuai dengan standard pemerintah.
  • Program akses air bersih
Bagaimana Strategi Danone-AQUA terkait sumber daya air?
  • Water Resources & Ecosytemens
  • Water in Agriculture
  • Water in Operations
  • Water Access
Danone-AQUA menjamin penggunaan air untuk produksi dapat dilakukan sehemat mungkin dengan mendaur ulang air sisa produksi untuk keperluan domestik. Perlu diketahui juga ya teman-teman, dalam memproduksi produk Danone-AQUA juga sudah eco friendly mulai dari kemasan produk yang bisa didaur ulang, limbah dari pabrik pun disaring dan bisa digunakan kembali. 


Visit Pabrik Danone-AQUA 


Yeay tiba saatnya kita berkunjung ke Kubang, Taman Keanekaragaman Hayati Mekarsari, Desa Babakan Pari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Dimana terdapat sumber mata air Danone-AQUA  yang berasal dari tanah dalam. Lingkungan di sini juga asri, sejuk banyak pepohonan sehingga kualiatas airnya terjamin. Air Danone-AQUA murni tanpa tambahan apapun, kandungan mineralnya asli dari alam. Di sini kita akan melihat, bagaimana sumber mata air itu di pantau dan dijaga higienitasnya. 

Selanjutnya kita akan diajak berpetualang mendaki gunung lewati lembah di desa Cisaat hehehe... Melihat upaya Danone-AQUA dalam menjaga kelestarian air dengan solusi berbasis alam! Simak di bawah ya ceritanya ^_^
                                 

Beberapa program  yang telah dilakukan oleh Danone-AQUA dalam melestariakn air yang patut kita apresiasi dan kita contoh, diantaranya adalah : 

  1. PAH (Pemanen Air Hujan)
adalah proses mengalirkan air hujan yang jatuh ke atap, kedalam tangki penampungan. Sedangkan air untuk air limpasan dari tangki penampungan, disalurkan ke sumur resapan. Dengan cara ini masyarakat dapat memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari sekaligus membantu menjaga keberadaan air tanah dan mengurangi limpasan permukaan. 

PAH menjadi sumber alternatif di lokasi yang menggunakan aliran sungai sebagai sumber air utama. Karena saat hujan pipa saluran masuk sering tersumbat oleh sampah atau lumpur yang terbawa aliran sungai.

Cara PAH bekerja :
  • Air hujan di 10 menit pertama ditahan, karena di 10 menit pertama airnya kotor. Setelah itu air akan mengalir ke penampungan seperti gambar di bawah ini. Air yang dialirakn oleh PAH ini bersih loh teman-teman karena melewati proses penyaringan terlebi dahulu.                                                                                                                     
       2. Waterpond 
adalah kolam resapan air yang merupakan salah satu teknik konservasi tanah dan air yang berfungsi untuk meningkatkan resapan air kedalam tanah, cara yang digunakan adalah dengan mengalirkan atau mengarahkan aliran air yang kontinyu kemudian menampungnya pada kolam resapan. 

Cara Waterpond bekerja : 
  • Air yang ditampung pada kolam akan diresapkan melalui lubang resapan/biopori yang dibor dengan diameter 12,7 cm dan kedalaman 4-8 meter. 
Tujuan pembuatan kolam waterpond adalah untuk meresapkan air kedalam tanah yang kemudian akan meningkatkan kelembaban tanah dan meringankan kekeringan, serta mengisi ulang sumur, sumur bor dan mata air yang dangkal. 

                  
     3. Sumur Resapan Inovatif 

adalah sebuah teknik konseravasi tanah dan air yang berfungsi untuk menampung limpasan air di permukaan tanah dan kemudian meresapkannya secara perlahan kedalam tanah yang ada disekitarnya. 

Teknik konservasi tanah dan air saat ini sangat diperlukan mengingat sering terjadinya banjir dan kekeringan, salah satu teknik konservasi yang dapat dilakukan adalah dengan sumur resapan. Sumur resapan ini sangat baik dalam mengendalikan dan mengurangi limpasan permukaan sehingga menurunkan peluang terjadinya banjir dan kekeringan, memiliki daya serap 10 meter kubik loh, wah konon katanya bisa tahan lebih dari 20 tahun. 

Salah satu bukti nyata Danone-AQUA dalam mengatasi kelestarian air juga dapat dilihat di Desa Cisaat. Yes Danone membantu warga untuk membuat sumur respaan inovatif. Saat kami berkunjung ke sana di samabut oleh ketua RT setempat Bapak Ishak yang menuturkan tentang banyak nya perubahan setelah adanya sumur resapan ini. Sebelum ada sumur resapan sering terjadi erosi tanah setelah ada sumur resapan tidak ada masalah lagi dengan tanah. 

Bentuk dari sumur resapan ini adalah galian tanah sedalam 2,5 meter dengan lebar 1 meter2, kemudian pada bagian atas dindingsumur dipasang buis beton sebagai penahan dan penguat dinding tanah. Buis beton berbentuk persegi dengan lubang ditengah-tengahnya sebagai media resapan air ke samping sumur resapan/resapan horizontal, pada bagian bawah sumur resapan diisi batu dan ijuk yang berfungsi untuk penyaring air yang diserapkan. Seperti pada gambar di bawah ini ya! 

Modal untuk membuat sumur resapan air inovatif ini sekitar Rp3.500.000,00 tapi manfaatnya luar biasa karena kita bisa mendapatkan limpahan air bersih yang akan mengalir sepanjang masa.

Gambar 1 : Ombro meter adalah alat pengukur curah hujan manual sebagai simulasi pengukur jumlah tampung air dari sumur resapan. 

Untuk membuat sumur resapan air dicari terlebih dahulu titik rendah disekitar rumah. Sumur resapan ini bagus untuk diapliakasikan dengan daerah yang memiliki kondisi tanah liat, karena sulit menyerap air hujan secara langsung.

Tidak semua daerah bisa dibuat sumur resapan, hal ini karena tergantung dari kondisi lingkungannya dan beberapa faktor seperti kondisi tanah, kemiringan lahan/lereng, lokasinya apakah di pemukiman atau di hutan dan tipe tata guna lahan. Hal ini disampaikan oleh Lulusan Pertanian Ilmu Tanah di Universitas Jember Mba Fainta Susilo Negoro selaku Sustainable Development Senior Manager. 
Mba Fainta Susilo Negoro

Bapak Dr.Ir. Nana Mulyana Arifjaya, MSi selaku selaku Dosen IPB (Watershed Hydrology Expert) juga merasakan manfaatnya sumur resapan inovatif ini. Rumahnya di Bogor dan sudah memakai sumur resapan air sejak tahun 2006 sampai sekarang bahkan untuk vertical garden. Uwooow saya jadi ngitungin beliau sudah hemat uang untuk membayar PDAM berapa tuh hehehe. 

Danone-AQUA Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi melindungi daerah aliran sungai /watersheds dan ekosistem alamnya untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air, terutama di daerah yang mengalami krisis air bersih. Alam tidak bisa berjalan sendirian dalam memperbaiki ekosistem air, kita semua harus bergerak bersama untuk menjaga kelestarian air.

Pengalaman pertama mengikuti kunjungan ke pabrik AQUA yang tak terlupakan. Karena banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan. Harapannya dengan solusi berbasis alam akan membantu memenuhi kebutuhan air, penciptaan ekonomi sirkular, sekaligus melindungi lingkungan alam dan mengurangi polusi. Semoga bisa diaplikasikan sesegera mungkin di lingkungan tempat tinggal saya, jujur saya tertarik untuk membuat sumur resapan inovatif di komplek rumah saya. 

Terima kasih Danone-AQUA, sampai jumpa di kunjungan pabrik berikutnya ya hihihi!

                                  


 Selamat Hari Air Sedunia, Jadikan Setiap Tetes Air Sebagai Sumber Kehidupan ^_^
Mari #BersamaMerawatAir



6 komentar:

  1. Tugas kita sebagai manusia di bumi menjaga serta melestarikan air. Entah gimana bumi jadinya jika air terus berkurang. Save water!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, betul sekali. Berasa betapa pentingnya air saat beberapa wilayah di negeri tercinta masih ada yang kesulitan memiliki air bersih.

      Hapus
  2. Lengkap sekali edukasi yang dilakukan oleh Danone-Aqua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinyaaa...tinggal diapliaksikan aja ya Mak :)

      Hapus
  3. Pengen buat PAH juga deh, minimum menampung air hujan untuk cuci-cuci motor, atau siram tanaman

    BalasHapus
  4. Air akan mahal dan sulit didapat.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.