Telkom Craft 2018 : "Local Heroes To Global Champions"

Tas berbahan baku kulit yang dikombinasikan dengan batik atau tenun dengan model yang beragam, saya lihat produknya selalu up to date, mengikuti tren yang sedang in. Produknya tidak hanya diminati oleh konsumen setia di negeri tecinta aja loh, yes produk ANDJANI BATIK sudah melanglang buana sampai mancanegara. Kalau dibandingkan dengan tas batik lainnya harganya cukup terjangkau dengan kualitas yang bagus tentunya.
Owner ANDJANI BATIK : Novie Sri Rejeki 
Dijaman saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa industri kreatif berkembang cukup pesat. Apalagi didukung dengan meningkatnya pula populasi generasi Y, dimana generasi ini merupakan generasi yang memang salah satu ciri utamanya adalah kreatif dan selain itu juga generasi Y cenderung tidak suka berlama-lama bekerja dan lebih suka untuk mengembangkan usaha sendiri. 

Memang sebenarnya bukan generasi Y saja yang bisa menghasilkan produk kreatif, generasi-generasi sebelumnya juga bisa menghasilkan produk kreatif, namun mungkin tidak sebanyak saat ini. Untuk generasi-generasi sebelumnya kebanyakan lebih menyukai produk-produk keratif yang mengangkat budaya lokal atau budaya Nusantara.

Seperti diketahui usaha-usaha industri kreatif ini biasanya berbentuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), namun walaupun UMKM ini terlihat kecil, ternyata dampaknya lebih besar. Bisa dilihat dari krisis moneter yang pernah melanda Indonesia, disaat industri besar terkena dampak dari krisis moneter, UMKM tidak terpengaruh dan bahkan menjadi tulang punggung perekonomian negara Indonesia. Jadi memang UMKM sudah seperti pahlawan dalam perekonomian negara, seperti tema yang diangkat dalam Telkom Craft Indonesia 2018 yaitu "Local Heroes To Global Champions"
Telkom Craft Indonesia (TCI) merupakan pameran tahunan produk-produk terbaik khas nusantara yang pertama kali diselenggarakan pada 2017, dengan tujuan untuk mengeksplorasi kemampuan dan keunggulan mahakarya anak bangsa dan mengangkat keunikan Tenun Nusantara yang disuguhkan bersama ragam produk khas nusantara lainnya dalam kategori Fashion, Craft dan Food yang berkualitas dan berdaya saing global tentunya. 

Rangkaian Acara Telkom Craft Indonesia 2018

Telkom Craft Indonesia 2018 berlangsung pada tanggal 22-25 Maret 2018 di hall A & B Jakarta Convention Center (JCC). Untuk penikmat seni, kerajinan, pernak-pernik unik acara seperti ini tentunya tidak boleh terlewatkan, kerena pastinya akan banyak hasil karya yang unik nan kreatif yang ditampilkan di sini. Peserta pamerannya adalah UKM binaan BUMN yang tergabung dalam Rumah Kreatif BUMN. 


Telkom Craft Indonesia tahun ini menggelar pameran UKM digital dengan menghadirkan 400 UKM Asli Indonesia, dimana ada 200 UKM Rumah Kreatif BUMN binaan dari telkom, 150 UKM dari binaan perusahaan BUMN lain, dan 50 UKM sisanya berasal dari komunitas dan asosiasi lainnya. Fyi ya teman-teman, UKM yang hadir dipameran ini adalah yang telah lolos seleksi dari proses seleksi kurasi dan emmenuhi tahapan pembinaan UKM di Rumah Kreatif BUMN, yaitu Go Modern, Go Diogital, Go Online dan Go Global. So pastinya produk-produk yang dipamerkan adalah produk yang berkualitas. 


Sharing Session "Local Heroes to Global Champions"

Setelah melihat-lihat sekilas pamerannya saya juga berkesempatan untuk menyimak talkshow dari para pelaku UKM yang bisa dibilang sukses dalam menjalani bisnis yang digelutinya. 

Telah hadir 3 narasumber yakni :

1. Mas Yukka Harlanda
2. Bapak Mamo
3. Bapak Aulia Ersyah Marinto

Yuka Harlanda adalah Chief Executive Officer (CEO) dari Brodo, pemilik bisnis sepatu berukuran large. Nama Brodo ini sendiri diambil dari bahasa italia yang artinya kaldu ayam...namanya unik sih ya dan macho banget jadi ini brandingnya dan marketnya sudah terlihat kalau sepatu Brodo ini khusus untuk laki-laki. Berawal dari kisahnya mencari ukuran sepatu yang tergolong sulit untuk kaki yang berukuran panjang. Maka berinisiatif untuk membuat sendiri, berbekal riset dan juga keberaniannya munculah Brodo.

Brodo hadir mulai 2010 dengan mengandalkan bsinisnya dari kos-kosan, karena bermodalkan uang seadanya dan bisnisnya dilakukan secara online jadi tidak perlu toko fisik terlebih dahulu. Memanfaatkan apa yang ada dengan semaksimal mungkin. Dari sini kita bisa belajar dan mengambil hikmah bahwa "disetiap kesulitan Allah ciptakan peluang", dan Mas Yuka ini berhasil menciptakan peluangnya sendiri dari kesulitannya mencari sepatu yang pas dengan ukuran kakinya :)

Lain halnya dengan Bapak Mamo sang owner dari tas Batik Salawase, orang jawa pasti familiar dengan kata ini. Salawase artinya awet, selamanya. Berawal dari kecintaan istrinya yang mengoleksi kain dari seluruh Indonesia dan juga menyukai tas batik. Lalu di awal tahun 2014 munculah ide untuk membuat tas batik dengan memanfaatkan koleksi kainnya. Bagaimana tas yang kita buat itu bercitra rasa Indonesia, misinya adalah ingin mengangkat kearifan lokal dan memperkenalkan budaya Indonesia agar dikenal lebih jauh lagi di seluruh dunia melalui tas-tas batik rancangannya. Dari hobi atau passsion bisa juga mendatangkan usaha ya jika dijalani dengan serius pastinya :)

Dalam kesempatan kali ini Bapak Aulia Ersyah Marianto selaku CEO BLANJA.com juga hadir dan memberikan dukunganya sebagai bagian dari Telkom Group. BLANJA.com memiliki tugas dan komitmen untuk terus mendukung keberadaan produk lokal UKM asli Indonesia agar bisa menembus pasar nasional dan internasional. Oleh karena itu BLANJA.com hadir untuk membawa produk asli Indonesia supaya semakin dikenal lebih luas lagi. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan mengajarkan para pelaku UKM mengenal dunia digital agar bisa berjualan secara online. Mengingat perkembangan dunia digital saat ini yang meroket. Jualan online pun lebih praktis dan efektif apalagi untuk pelaku UKM yang tergolong baru ini bisa menjadi langkah awal untuk ajang promosi produknya.  

(Atas : Mas Yuka) dan (Bawah) : Bapak Aulia


Tenun Sebuah Karya Yang Unik, Memiliki Ciri Khas dan Mendunia

                            
Tenun khas merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya.

Pembuatan kain tenun ini umum dilakukan di Indonesia, terutama di daerah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Beberapa daerah yang terkenal dengan produksi kain tenunnya adalah Sumatera Barat, Palembang, dan Jawa Barat.  Sistem tenun berkaitan erat dengan sistem pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan alam, dan sistem organisasi sosial dalam masyarakat. Karena kultur sosial dalam masyarkat beragam, maka seni tenun pada masing-masing daerah memiliki perbedaan dan ciri khas dan ini merupakan bagian dari representasi budaya masyarakat tersebut. Kualitas tenunan biasanya dilihat dari mutu bahan, keindahan tata warna, motif, dan ragi hiasannya.

Banyak kreasi yang memanfaatkan kain tenun, dan kali ini saya melihat kain tenun disulap menjadi sebuah tas yang menarik dan Indonesia banget. Yap, saat berkunjung ke JCC mata ini dimanjakan dengan sederetan karya budaya bangsa yang terpampang nyata dan saya langsung jatuh cinta saat bertandang ke boothnya ANDJANI yang memamerkan rancangan tas etniknya. Saya memang menyukai tas batik, kurang lebih 3 tahun ini. Apa  sih yang menarik dari karya ANDJANI ini ???


ANDJANI Batik Hadir di Telkom Craft 2018 

Tak kenal maka tak sayang, yuk kenalan dulu dengan pemiliknya beliau adalah Novie Sri Rejeki yang mulai merintis usaha berlabel ANDJANI ini sejak 2012, dan merayakan anniversarynya setiap tanggal 11 Januari seperti lagunya Kang Armand Maula yes hihihi. Mungkin terinspirasi dari grup band GIGI :)

Tas berbahan baku kulit yang dikombinasikan dengan batik atau tenun dengan model yang beragam, saya lihat produknya selalu up to date, mengikuti tren yang sedang in. Produknya tidak hanya diminati oleh konsumen setia di negeri tecinta aja loh, yes produk ANDJANI BATIK sudah melanglang buana sampai mancanegara. Kalau dibandingkan dengan tas batik lainnya harganya cukup terjangkau dengan kualitas yang bagus tentunya. 

Saat mudik long weekend kemarin saya sempatkan untuk mampir ke outlet sekaligus showroomnya di Semarang. Selama ini strategi pemasarannya ya dari mulut ke mulut, dan diperkuat dengan media sosial/penjualan online. 


Tas berbahan baku kulit yang dikombinasikan dengan batik atau tenun dengan model yang beragam, saya lihat produknya selalu up to date, mengikuti tren yang sedang in. Produknya tidak hanya diminati oleh konsumen setia di negeri tecinta aja loh, yes produk ANDJANI BATIK sudah melanglang buana sampai mancanegara. Kalau dibandingkan dengan tas batik lainnya harganya cukup terjangkau dengan kualitas yang bagus tentunya.
Tasnya udah matching ya sama outfitnya kan :)                   

Kesuksesan ANDJANI BATIK tentunya berkat kerja team dan management yang baik, juga tak lepas dari kreatifitas serta inovasi-inovasi yang dilakukan. Ya, kreatifitas adalah kunci untuk terus mengembangkan usaha. Melalui kreatifitas, rancangan tasnya memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari dompet, pouch, tas tenteng, juga tas gendong. Bahkan ANDJANI BATIK juga menyediakan custom order loh untuk pelanggan yang memiliki model atau kain sendiri. Mantep kan :) Oiya produknya juga bisa beli secara online via ecommerce BLANJA.com DI SINI

Tas berbahan baku kulit yang dikombinasikan dengan batik atau tenun dengan model yang beragam, saya lihat produknya selalu up to date, mengikuti tren yang sedang in. Produknya tidak hanya diminati oleh konsumen setia di negeri tecinta aja loh, yes produk ANDJANI BATIK sudah melanglang buana sampai mancanegara. Kalau dibandingkan dengan tas batik lainnya harganya cukup terjangkau dengan kualitas yang bagus tentunya.
Koleksi Tas ANDJANI BATIK

Melihat berbagai kain dan kerjinan Indonesia di pameran craft yang diberdayakan oleh @telkomindonesia ini sungguh membuat hati berdetak kagum. Karya-karya yang di pamerkan di JCC ini sungguh unik, inspiratif dan memiliki cerita atau sejarah yang berbeda-beda antara satu UKM dengan UKM lainnya. . . Banyak yang mengangkat kearifan lokal dan budaya Indonesia yang tentunya mejadi kebanggan kita sebagai orang Indonesia. Karena begitu beragamnya budaya di negeri tercinta ini. . . Ada beberapa yang menarik perhatian saya contohnya booth nya ANDJANI No. 4 di Hall A @novie_andjani . . Sebuah kain tenun/batik yang dikombinasikan dengan kulit sapi asli bisa menghasilkan sebuah karya tas yang artistik dan elegant 😍 . . Yes ini adalah bukti bahwa kekayaan Indonesia itu mampu menjadi pemikat juga daya jual. Semua memang memiliki target market yang beragam. . . And today is the last day genks, yuk temukan inpirasi sekaligus berbelanja dan support produk lokal dengan berkunjung di JCC 💜💛💚 . . @nurul_gie @faradillah85 @kurniaameliaa @adhekjkt98 @ikaqu . . . @telkomindonesia #FotoTelkomCraft #TelkomCraftIndonesia2018
Sebuah kiriman dibagikan oleh Melinda イチゴ Niswantari (@nonamelinda) pada

1 komentar:

  1. bagus-bagus ya tasnya... aku juga mulai mencanangkan memakai prpdul2 dalam negeri ah dalam hidupku ��

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.