Circularity Tour Bersama Danone-AQUA

Berbicara mengenai plastik maka yang ada dibayangan kita adalah suatu benda yang tahan air, tahan lama, mudah diperoleh dan murah. Dijaman sekarang ini kita tidak dapat lepas dari bahan-bahan yang terbuat dari plastik. Coba deh kita cek satu-satu barang-barang kita yang mengandung plastik, mulai dari benda yang biasanya kita bawa-bawa dijaman ini yaitu handphone, lalu ada kartu identitas, frame kacamata, jam tangan, body kendaraan, barang elektronik rumah tangga dan yang paling popular adalah tas plastik/tas kresek.


Plastik dan Sejarahnya!

Plastik sendiri merupakan suatu senyawa polimer yang terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer atau dapat juga terdiri dari zat lain. Plastik pertama kali ditemukan oleh Alexander Parkes pada tahun 1862 di kota London Inggris dan pada awalnya diberi nama parkesine. Did you know guys? Bahwa sampai saat ini Jepang merupakan negara dengan pengguna plastik terbesar didunia.

Sesuai dengan apa yang sudah saya informasikan sebelumnya bahwa  salah satu sifat dari plastik ini adalah tahan lama, dan ternyata, plastik ini tidak mudah terurai di lingkungan dan bahkan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai loh! 

Oleh karenanya, saat ini beberapa negara-negara di dunia sudah mengatur mengenai penanganan sampah yang diakibatkan oleh plastik. Salah satunya kita ambil contoh adalah Jepang. Jepang sudah memiliki regulasi penanganan sampah sejak tahun 1900. Dimana pada tahun tersebut sudah diatur mengenai pembuangan dan pengumpulan sampah. Sejak tahun 1971 Jepang sudah menggalakkan perang terhadap sampah. Mulai dari manajemen sampah untuk melindungi lingkungan, pengembangan fasilitas pengelolaan sampah, pengkategorian sampah, sistem daur ulang hingga 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. 

Bagaimana dengan Indonesia? Saat ini Indonesia sendiri juga sudah memiliki Undang-Undang mengenai sampah, yaitu UU No.18 tahun 2008 mengenai pengelolaan sampah. Agak terlambat memang, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. Iya kan? Hehehe. Undang-Undang ini baru dibuat pada tahun 2008 karena adanya tragedi longsornya sampah di TPA Leuwigajah di Bandung yang telah menewaskan 157 orang akibat longsoran sampah tersebut. 

Dalam Undang-Undang ini diatur mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah spesifik. Dalam Undang-Undang sudah mengatur mengenai pengurangan sampah melalui prinsip 3R yaitu pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah dan pemanfaatan kembali sampah.

Nah kembali lagi ke awal pembahasan kita mengenai plastik, dan mayoritas plastik ini merupakan hasil dari kegiatan industri, pemerintah sudah mengatur penanganannya dalam UU No.18 tahun 2008 di pasal 15 yang menyebutkan bahwa produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam

Lebih lanjut lagi diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.81 tahun 2012 mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Dalam pasal 12 hingga 14 diatur mengenai kewajiban produsen dalam hal pembatasan timbulan sampah, pendaur ulang sampah dan pemanfaatan kembali sampah. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan kemasan yang mudah diurai oleh proses alam dan yang menimbulkan sampah sesedikit mungkin, menggunakan bahan baku produksi yang dapat didaur ulang, menarik kembali sampah dari produk dan kemasan produk untuk didaur ulang, menggunakan bahan baku produksi yang dapat diguna ulang dan menarik kembali sampah dari produk dan kemasan produk untuk diguna ulang.

Jujur deh, saya sebenarnya baru mengetahui bahwa produsen sebenarnya berkewajiban untuk menarik kembali sampah dari produk dan kemasan produk yang terdapat dimasyarakat agar dapat didaur ulang atau diguna ulang. Nah saya punya cerita nih mengenai penarikan kembali sampah dan pendaurulangan sampah agar dapat digunakan kembali atau diubah menjadi benda baru. Menarik nda tuh? :)

Baca : Hidup Minim Sampah di rumah, Bagaimana Caranya?


Circularity Tour Bersama Danone-AQUA

Selasa pagi itu kami para blogger, influencer, media dan juga komunitas yang peduli dengan lingkungan berkumpul di Gedung Cyber Tower 2, yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Kami akan mengikuti serangkaian Circularity Tour yang berlangsung selama 2 hari, 18-19 Desember 2018 yang diselenggarakan oleh Danone-AQUA. 



Sebuah perjalanan yang tak biasa, yes ada yang berbeda dan menarik perhatian ku. Kala itu saat haus melanda ketika dalam perjalanan selepas ngemilin roti, nyari air minum (dalam hati ini kok dapat snack box tapi aqua gelasnya tak ada ya?). Aku bawa minum sih, tapi ada di tas besar yang sudah ditaruh di bagasi mobil, beruntungnya ada teman yang baik hati menawarkan air minumnya :) 

Rasa penasaran ini pun terjawab saat kami turun dari mobil dan tiba di tempat kunjungan pertama : Smart Drop Box, di Alfamart Tegal Parang, Jakarta Selatan. Ternyata di bagasi mobil itu ada AQUA Galon, jadi barang siapa yang haus bisa refil tumblernya gitu :) Semoga next tiap acara yang diselenggarakan Danone-AQUA konsisten seperti ini ya! Oiya setiap peserta juga dibekali dengan goodie bag yang berisi peralatan zero waste kit gitu deh, suka+happy deh akutuh dapat ini...Alhamdulillah.

                                   

Smart Drop Box (SDB)

Merupakan tempat sampah pintar untuk mengumpulkan botol plastik yang terintegrasi dengan aplikasi MySmash dan Tcash. Jadi setiap botol plastik yang dimasukan di sini akan dihargai 60 rupiah untuk merek AQUA, sedangkan merek lainnya dihargai 50 rupiah. 


Program ini hasil kerjasama Danone-AQUA dengan Yayasan Rumah Pelangi. Melalui SDB, Danone-AQUA, Alfamart, Telkomsel dan Smash berkolaborasi membangun model pengelolaan sampah botol plastik PET yang terintegrasi, dengan melibatkan peran aktif konsumen dalam proses awal daur ulang. 

                                  

SDB ini masih uji coba dan baru ada 6 yang tersebar di Jakarta, diantaranya ada di Tegal Parang, Mampang, Bangka dan Rawa Pela. Dengan kecanggihan teknologi, SDB ini jika sudah terisi penuh akan di distribusikan ke bank sampah untuk kemudian diproses lebih lanjut di Unit Bisnis Daur Ulang/Recycling Business Unit (RBU) yang berada di Tangerang Selatan. Nah selanjutnya hasil pengelolaan sampah plastik ini kemudian dibawa ke industri daur ulang untuk diubah menjadi bahan baku produk baru, diantaranya  bantal, baju, tas belanja kain yang dapat menggantikan kantong plastik sekali pakai.

                                     
Sampah jadi uang? Bisa banget loh guys!

Yes, sampah plastik bisa menjadi bahan baku produk lain jika didaur ulang loh. Terutama untuk jenis pastik yang memiliki nilai ekonomis seperti PET dan PP. Tingkat daur ulang keduanya mencapai lebih dari 60%. Langkah awal dan terpenting dalam proses daur ulang adalah proses pengumpulan dan pemilahan yang bisa mencegah sampah plasatik mencemari lingkungan. Dan ini bisa dilakukan oleh setiap individu dari tingkat rumah tangga. 

Upaya pengurangan sampah yang dilakukan oleh produsen dalam hal ini Danone-AQUA Yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dnegan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah prosesnya seperti Smart Drop Box ini perlu diapresiasi. Bagian yang terpenting adalah menjaga konsistensi dari kolaborasi upaya pengurangan sampah ini, sehingga dapat mencapai hasil yang signifikan dan terjamin keberlanjutannya. SDB ini bisa jadi solusi atau contoh pengurangan sampah oleh produsen melalui mekanisme penarikan kembali kemasan sehingga permasalah sampah dapat dikelola dari hulu ke hilir berlandaskan prinsip ekonomi sirkular. 

Secara tidak langsung mengeduaksi masyarkat/konsumen untuk Bijak Berplastik, bahwa sampah plastik dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomis serta secara nyata berkontribusi untuk mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia. Program ini juga merupakan bagian dari komitmen Danone-AQUA untuk menuju perusahaan yang 100% sirkular. Harapannya masyarakat jadi termotivasi untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah plastiknya. 

"Kalau menurut hemat saya sih SDB ini kurang efektif ya, terkesan agak ribet karena harus menggunakan aplikasi jadi jangkauannya kurang luas hanya orang-orang tertentu yang memang mengunakan aplikasi android dan Tcash" but Its Ok, no problemo! 

Ini loh cara menggunakan Smart Drop Box!
                                 
Bank Sampah Induk Gesit, Jakarta Selatan 

Botol plastik yang sudah terkumpul di Smart Drop Box tadi nantinya akan di distribusikan di Bank Sampah Induk Gesit, Jakarta Selatan. Di sini sampah dipilah-pilah, ada sampah botol plastik, kardus, dan karton. Masyarakat setempat pun banyak yang meyetor sampahnya di sini. Sebanyak 15 truk datang tiap hari mengangkut sampahnya di sini. 

Bank Sampah Induk Gesit ini dikelola dan di inisiasi oleh masyarakat dan bank sampahnya pun kompetitif loh, berdiri pada tanggal 21 Februari 2017, saat hari peduli sampah nasional. Selanjutnya dari Bank Sampah Induk Gesit akan di distribusikan ke RBU. 



RBU (Recycling Business Unit)

Berlokasi di Kademangan, Serpong, BSD, Tangerang Selatan yang merupakan salah satu CSR nya Danone-AQUA yang memberdayakan pemulung di daerah Tangerang Selatan.   Di sini botol plastik akan disortir berdasarkan kategorinya yaitu PET bening, dan PET berwarna. Sampah yang diterima di sini adalah sampah botol plastik, kardus, karton. Untuk harganya perkilo botol plastiknya adalah RP5300,-.

Saya pun di sini berkesempatan untuk melihat proses produksi flakses PET atau proses daur ulang botol plastik menggunakan alat mesin gitu deh...feel so amazing hihihi. Hasil kahirnya nanti seperti serpihan gitu dan ini digunakan sebagai bahan untuk membuat baju, bantal, sarung tangan, botol aqua. Keren nda tuh? :)

Oiya teman-teman bisa cek di highlight postingan IG storiesku di sini ya, biar nda penasaran prosesnya seperti apa ^_^ 






Circular Economy atau Ekonomi Sirkular itu apa sih?

Merupakan sistem ekonomi ramah lingkungan yang sudah banyak diterapkan di Eropa. Tujuannya untuk mempertahankan nilai sebuah produk agar dapat digunakan berulang-ulang tanpa menjadi sampah melalui cara daur ulang (recycling), dan penggunaan kembali (reuse). Ekonomi sirkular merupakan sebuah masa depan yang memberikan kesempatan terbaik untuk hidup dalam batas-batas kapasitas dari bumi kita. 

Penjelasan ini saya kutip dari IG Aqua Lestari. "Intinya sih sistem ekonomi berkelanjutan dimana ada 'Simbiosis mutualisme' yap, saling membutuhkan dan menguntungkan antara produsen, konsumen, dan pihak-pihak terkait" ujar Emenda Sembiring (Industrial Engineering, Environmental Engineering and Quantitative Social Research)

                           

Contoh mudahnya begini, dalam hal ini kita ambil contoh sebagai produsennya adalah Danone-AQUA sebagai penghasil air minum dalam kemasan, konsumen membeli produk Danone-AQUA, nah di sini akan terjalin ekonomi sirkular apabila diantara keduanya saling bersinergi. Sang konsumen dengan prinsip #BijakBerplastik memilah sampah botol plastik dan memberikannya ke pemulung atau bank sampah misalnya. Kira-kira seperti itu sih, jadi sampah botol plastik yang sudah terpilah akan dimanfaatkan kembali (reuse). 

                           

            
Jenis-Jenis Plastik yang harus kamu ketahui nih guys!

https://dinlh.slemankab.go.id/arti-kodesimbol-pada-kemasan-plastik/

Nah yang mau saya bahas adalah jenis plastik No 1 PETE (PET). PET adalah jenis plastik yang paling banyak digunakan untuk mengemas makanan dan minuman, misalnya saeperti air minum dalam kemasan (AMDK), teh/jus dalam kemasan botol, minyak goreng dll. PET termasuk kedalam plasatik single-use yang harus kita hindari. Nah PET ini bisa didaur ulang dengan cara dihancurkan menjadi serpihan-serpihan kecil yang kemudian disulap menjadi botol plastik lagi, kain polyester, karpet, dakron untuk bantal/guling dan produk lainnya. 


Ini loh contoh hasil daur ulang dari botol plastik!

Yap, siapa sangka dari limbah botol plastik bisa disulap menjadi baju sekeren ini. Baju ini terbuat dari 8 botol plastik loh. Selain itu kemasan AQUA terbaru juga terbuat dari 100 % bahan daur ulang, keren nda tuh inovasinya :) Perhatikan deh, di dalam botol AQUA terbaru juga tidak kita temukan labelnya, karena untuk mengurangi sampah plastik.




Perjalanan circularity tour hari kedua adalah mengunjungi pabrik Danone-AQUA yang berada di Babakan Pari, Sukabumi. Oiya, di Kabupaten Sukabumi ini ada 2 tempat yang menjadi lokasi pabrik Danone-AQUA yang khusus mengelola galon, yakni Babakan Pari dan Mekarsari. Tahu nda guys, bahwa 75% dari galon itu adalah hasil daur ulang galon sebelumnya, dan 25%nya menggunakan virgin plastik resin. Ratusan galon berisi air mineral alami di produksi di sini setiap harinya loh.  

Selain berupaya memenuhi kewajibannya sebagai produsen sesuai dengan regulasi yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Danone-AQUA juga berupaya agar memenuhi program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup atau disingkat dengan Proper. Proper ini telah diatur dalam PerMenLH No.06 tahun 2013. 

Dalam Proper terdapat penilaian terhadap perusahaan dalam mengendalikan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. Perusahaan yang telah melebihi kriteria yang dipersyaratkan (beyond compliance) akan mendapatkan peringkat hijau atau emas, sedangkan perusahaan yang menaati kriteria ketaatan, akan mendapatkan peringkat biru, selanjutnya jika terdapat temuan kritis akan mendapatkan peringkat merah dan hitam. Untuk peringkat merah dan hitam, merupakan peringkat terendah dimana perusahaan dengan peringkat tersebut akan mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saat ini Danone-AQUA memiliki peringkat hijau dan berusaha untuk mendapatkan peringkat emas. 


Yuk #BijakBerplastik guys!

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik, yuk saling bekerja sama, bersinergi dan bergandengan tangan un kebaikan bumi kita tercinta ini. Lakukan sekarang juga, mulai dari yang paling kecil, konsisten dan sebarluaskan. Karena langkah kecil yang di ikuti akan membuat dampak yang luar biasa! 

Oiya  akutuh punya beberapa ide juga sih, misalnya Danone-AQUA bekerjasama dengan beberapa kantor untuk mengumpulkan botol plastik, di kantor kan sering ad meeting jadi bisa jadi titik kumpul buat semacam box yang disediakan sama Danone-AQUA. Nah nanti feedback nya kita bisa dapat air mineral secara gratis atau dalam bentuk uang atau hasil karya daur ulang. Aku juga pengennya next Danone-AQUA memiliki tap water gitu, jadi yang bawa tumbler bisa isi ulang air mineral, bisa gratis atau berbayar juga nih hehehe. Btw ada yang punya ide lain? Yuk share guys di kolom komen, aku tunggu partisipasi kamu ya :)

                           

                              

Banyak insight yang saya dapatkan juga pengalaman baru bertemu dengan berbagai kalangan yang satu misi yaitu mencintai lingkungan dengan #BijakBerplastik dan memiliki #IdeBijakBerplastik yang beragam. Semua intinya demi kebaikan&kelestarian bumi ini, tempat dimana kita tinggal. 

Lets slowly go through this journey. Because everybody has its own pace ;)




💬 Gomi oh Gomi 💬 . . . 🤵 : Pangeran, ku ingin cincin berlian, bukan cincin plastik 👰 : Plastik lebih abadi daripada berlian. Seperti cintaku padamu, Putri, tak akan berubah oleh waktu. Dialog yang saya kutip dari bukunya Mba @dkwardhani 😉 Dialog singkat yang bikin JLEB! Yes, its all bout sampah plastik. Fyi ya teman, kantong plastik itu butuh waktu untuk terurai 10-20 tahun, botol plastik 450 tahun, sedotan plastik 200 tahun loh 🙈 Tahukah temans, bahwa presentasi sampah kota di Indonesia adalah 60% merupakan sampah organik, 14% adalah sampah plastik, 9% sampah kertas, 4,3% metal dan 12,7% sampah lainnya (kaca, kayu dan bahan lainnya). . Well, sampah plastik menempati porsi kedua terbesar, dan 1,3 juta ton sampah plastik setiap tahunnya tidak dikelola dengan baik, padahal sifat sampah plastik tidak mudah terurai secara alami bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Ohh my God :( Kondisi ini tentunya tidak hanya berpotensi merusak ekosistem lingkungan, namun juga berdampak bagi kesehatan manusia. Plastik memang sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari, karena sifatnya yang dapat mudah  dibentuk sesuai keinginan, tahan air, awet, praktis dan dapat melindungi isi dengan baik. Namun, siapa sangka dibalik manfaatnya tersebut, plastik dapat mengakibatkan ancaman polusi apabila tidak dikelola dan dibiarkan terbuang ke lingkungan. . Dear @aqualestari berikut ini adalah Tips #BijakBerplastik yang dapat kita lakukan : 1. Membawa reusable bag alias tas multifungsi untuk berbelanja. 2. Membawa tumbler kemanapun pergi, hal ini selain menghemat pengeluaran juga mengurangi sampah plastik. 3. Gunakan sedotan bambo atau stainless steel yang ramah lingkungan dan bisa digunakan berkali-kali. Bagi yang suka nongkrong-nongkrong cantik ini wajib di bawa! 4. Membawa kotak makanan sendiri saat membeli makanan. So #idebijakberplastik yang aku lakukan adalah dengan membawa kotak #zerowastekit ke manapun aku pergi 👌 . Yuk berkontribusi secara nyata dengan mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai sekarang juga. Bisa karena biasa ✌️ #CircularityisPossible
Sebuah kiriman dibagikan oleh Melinda イチゴ Niswantari (@nonamelinda) pada

14 komentar:

  1. Keren deh Danone, peduli lingkungan, peduli bumi. Semoga gerakan yang baik ini diikuti oleh yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...Menginspirasi sekali ya, ku jadi makin melek tentang proses daur ulang limbah plastik :)

      Hapus
  2. senangnya bisa mengikuti kegiatan sekeren ini.. aku ngebayangin turut hadir disana.. dan pasti langsung merasa apa yang harus diperbuat untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di negara kita.. nice sharing nona.. aku sukaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kaka cantik, alhamdulillah ya...selain seru juga jadi banyak insight yang kita dapat bahwa sampah bisa jadi bernilai kalau tau proses dan alurnya :)

      Hapus
  3. hebatnya danone selalu berinovasi, mulai dari program daur ulang. ga kebayang ada bantal dari plastik , atau botol dari hasil daur ulang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka, nda nyangka ya sampah botol plastik bisa di daur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat :)

      Hapus
  4. Danone ini bagus ya selain perduli menyediakan air bersih juga perduli sekali dengan lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, karena ternyata ada kewajiban nya sebagai produsen yang diatur dalam UU untuk aware sama lingkungan.

      Hapus
  5. Keren ya konsepnya dan beruntung banget dirimu mba, bisa ikutan acara ini. Memang ya, perlahan tapi pasti kita harus mulai mengurangi penggunaan segala sesuatu dari bahan plastik, demi kelestarian bumi. Thaks for sharing yaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, berusaha sebijak mungkin menggunakan plastik dan menguranginya pelan-pelan :)

      Hapus
  6. Sampah Plastik oh plastik.. rasanya bukan cuma merubah sampah bisa daur ukang saja, tapi pola pikir manusianya juga perlu ditatar supaya lebih bijak dalam penggunaan plastik berikut sampahnya. Btw, Aqua Danone keren juga programnya nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba, bijak berplastik salah satunya ya :)

      Hapus
  7. Belum Move on sama acara ini Mel. Ingin lebih mendalami lagi soal sirkular ekonomi ini.
    Langkah kecil yang kita biasakan bersama aka memberi dampak perubahan. Misalnya, jangan pesimis saat kita mengurangi kantong plastik terus dinyinyirin. Go on aja sama aksi psitif kita, yekan? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh, seru ya. jadi semakin paham konsep ekonomi sirkular :)

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.