Sudah Idealkah Berat Badan Anak Kita?

Memiliki anak yang tumbuh sehat kuat adalah idaman bagi semua orangtua, ditambah lagi ketika anak itu memiliki berat badan ideal. Hmmm berat badan ideal itu seperti apa ya? Tentunya tidak kurus dan tidak gemuk, ya terlalu kurus dan terlalu gemuk juga tidak baik. Masalah berat badan ini kakyaknya jadi PR banget buat para orangtua ya moms! 

Jujur akutuh emang suka anak kecil yang montok, ginuk-ginuk gitu…karena emang ngegemesin kan kalau liat bayi itu gendut…lucu karena bisa diuwel-uwel kan pipinya hahaha (please, jangan ditiru ini). 

Udah jadi kebiasan kebanyakan orang kalau anak yang nyempluk gendut itu selain jadi idola juga identik dengan anak yang sehat, padahal belum tentu juga loh. Sementara anak yang kurus dibilang kurang gizi, padahal belum tentu juga. Karena ada parameternya anak dikatakan memiliki berat badan ideal, kurus/sedang/gemuk! 

Ngomongin berat badan, jujur akutuh kadang suka sebel kalau dibilang kurus sama orang, bahkan ada yang bilang cacingan karena lihat aku makannya banyak tapi nda gendut-gendut, pada iri gitu katanya. Kalau kata dokter selama kamau nda sakit-sakitan, Insha Allah normal sih. Gitu aktanya, itu yang bikin aku lega juga. 

Tahu kah moms, bahwa anak yang memiliki berat badan ideal itu mampu tumbuh dan berkembang dengan optimal. Nah yang dikhawatirkan tentunya anak yang memiliki berat badan kurang atau sebaliknya, karena dua-duanya memiliki resiko baik itu dalam jangka pendek atau jangka panjang. Ini adalah dua ponakan perempuan aku dengan usia berbeda, kira-kira mereka memiliki berat badan yang ideal tidak? Nanti kita cek ya :)





“1 dari 5 anak Indonesia mengalami berat badan kurang (Riskesdas 2018)”
Presentase underweight (berat badan kurang) dan severe underweight (berat badan sangat kurang) pada kelompok balita di Indonesia mencapai 17,7%. Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa angka anak yang menderita kekurangan gizi di Indonesia ternyata masih tinggi di atas angka ambang batas yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) yaitu 10%. Miris banget ya Moms, masalah gizi ini memang cukup kompleks :(

Yang perlu di highlight adalah berat badan kurang itu adalah kondisi yang serius dan perlu segera ditangani, sayangnya banyak orang tua belum menyadari bahwa tubuh anak yang tampak kurus membutuhkan perhatian dan penanganan yang khusus.

Jika kondisi ini terjadi pada anak dalam usia tumbuh kembang dan tidak segera diintervensi, maka anak dengan berat badan tidak ideal terancam menjadi wasting (gizi kurang), bahkan stunting (tubuh kerdil). Nah yang perlu diperhatikan oleh orangtua adalah, mencermati kondisi berat badan dan tinggi badan anak dan memberikan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan setiap tahap usia mereka sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Kondisi berat badan kurang pada balita akan menyebabkan berbagai dampak yang merugikan baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. Risikonya antara lain, penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit, anak tidak tumbuh optimal dan cenderung tumbuh pendek, serta gangguan perkembangan otak dan fisik seperti ganguan daya pikir hingga interaksi sosial, serta berbagai penyakit degeneratif. 

Untuk menjadi orangtua itu memang tidak ada sekolahnya, tapi ilmunya bisa dipelajari dengan mengikuti seminar parenting, workshop atau memabaca buku atau literatur dan browsing di internet. Alangkah baiknya jika kita sebelum menjadi orangtua membekali nya dengan ilmu terlebih dahulu, yap memberdayakan diri is a must!

Selasa, 29 Januari 2019 lalu aku hadir di acara Bicara Gizi yang diselenggarakan oleh Nutrisi Bangsa yang berlokasi di Halequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan. Tema yang diangkat kali ini adalah "Dukung Orang Tua Capai Berat Badan Ideal Anak".

Dalam kesempatan ini hadir 3 narasumber yaitu :

  • DR. Dr. conny Tanjung, SP.A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik
  • Ajeng Raviando, Psikolog Anak dan Keluarga
  • Kaditya Ayu dan Dallas, Aktris 

Bapak Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia menegaskan dalam sambutannya bahwa permasalahan gizi memang masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, dan perlu kerjasama berbagai pihak untuk mengatasinya. 


       

Moms, masih ingat kan dengan 1000 HPK (Hari Pertama kehidupan)? Ini adalah awal mulanya fase terpenting kehidupan janin dimulai, dimana sejak dalam kandungan hingga usia bayi 2 tahun. Asupan gizi seimbang harus mulai diperhatikan sejak ibu mengandung, jadi alangkah baiknya jika merencanakan kehamilan dengan sehat dan bahagia. 

DR. dr. Conny tanjung, Sp.A (K) “Status gizi kurang merupakan salah satu permasalahan pertumbuhan yang mengacu pada kondisi berat badan yang ideal menurut tinggi badan. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang, penyakit kronis, masalah kesulitan makan, praktek pemberian makan yang salah dan ketidaktahuan orangtua.

Beberapa faktor penting dalam tumbuh kembang anak antara lain adalah, genetik, lingkungan dan nutrisi yang mulai diperoleh dari ASI, MPASI dan makanan keluarga. Peranan nutrisi ini begitu penting karena untuk sumber energi, fungsi tubuh, tumbuh kembang dan juga terapi. 

Moms bisa memantau pertumbuhan si kecil meliputi :

  • Penimbangan Berat Badan
  • Pengukuran Panjang Badan
  • Pengukuran Lingkar Kepala (< 1 tahun : tiap bulan, > 1 tahun : tiap 2 bulan)
  • Plot kedalam kurva yang sesuai




Sudah Idealkah Berat Badan Anak Kita? 

Nah sekarang, yuk coba cek berat badan si kecil...apakah sudah ideal? Kira-kira Dua ponakan perempuan aku ideal nda ini? Si kecil Veville di usianya yang menginjak 5 tahun nanti bulan Juni 2019 memiliki tinggi 110 cm dengan berat badan 19 Kg. Sedangkan si Alliya April 2019 nanti berusia 3 tahun memiliki beart badan 13 Kg dengan tinggi 90 cm. Coba kita cocokan dengan tabel di bawah ini ya Moms hasilnya! 



"Upaya perbaikan gizi memerlukan peran aktif keluarga, terutama orang tua dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Selain memperhatikan pola makan dengan aktif mencari informasi dan mengkreasikan menu untuk membuat anak tertarik mengkonsumsi makanan bergizi," ungkap Ajeng Raviando. Di sinilah peran orang tua sebagai role model memberikan contoh kebiasaan pola makan yang baik di rumah dan menyediakan waktu makan bersama yang berkualitas dengan anak. 

Sharing Session with Kaditha Ayu dan Dallas

Sebagai seorang Ibu tanpa nanny, yang membesarkan si kecil berdua bersama suami tentunya memiliki tantangan tersendiri. Kaditha Ayu pun pernah kesel saat sudah masak capek-capek eh si kecil nda mau makan, entah disemburlah itu makanannya atau bersisa. Yes, ketika fase GTM dimulai ini cukup menguras tenaga. Kita sebagai orangtua dituntut untuk lebih kreatif, dan disinilah peran bapak juga ikut disertakan. 

Dallas, sang suami dari Kaditha Ayu menuturkan peranannya berbagi tugas dalam mengasuh baby Khal. Mulai dari mengajak bermain sambil menyuapinya, menggendong dls. Apalagi Khal lagi aktif-aktifnya nih, khawatir berat badannya tidak ideal gitu so tindakan pencegahannya ya dengan memantau berat bdan anak secara arutin dan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tumbuh kembang sesuai usianya.


Danone Indonesia Memberikan Dukungannya Untuk Cek Berat Badan Ideal


Sebagai bentuk dukungan Danone Indonesia menyediakan platform website www.cekberatanak.co.id. Adanya website ini diharapkan dapat memudahkan orang tua dalam memantau berat badan ideal si kecil dari mana saja dan kapan saja. Dengan rutin mengecek kurva pertumbuhan anak melalui website ini, semoga orang tua dapat lebih siap dan waspada bila terjadi gejala berat badan kurang sehingga segera mencari solusi dengan  berkonsultasi kepada ahli kesehatan terdekat.



Photo By : Nutrisi Bangsa


Yuk dukung anak memiliki berat badan ideal agar anak-anak kita tumbuh engan optimal, cerdas dan bahagia. Jangan lupa untuk cek berat anak secara berkala ya :) 



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.