Yohana Yembise Potret Perempuan Cemerlang Dari Papua

Sosok perempuan hebat itu seperti apa sih? Mandiri, berwawasan luas, produktif  serta mampu mengambil keputusan dengan cepat dalam setiap persoalan yang dihadapinya…Ya kira-kira begitu mungkin ya jawabannya hehehe.  

Potret perempuan mandiri, cerdas dan sukses selalu menarik untuk diperbincangkan. Begitupun dengan kisah hidupnya yang menginspirasi. Seperti sosok Ibu Yohana Yembise, yang pernah bercita-cita menjadi Pilot. 

Alhamdulillah, Kamis 17 Oktober 2019 berlokasi di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Jakarta Pusat. Aku bersama Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) berkesempatan hadir dalam peluncuran Buku Biografi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Periode 2014-2019 Ibu Yohana Yembise yang berjudul "Dunia Yohana : Inspirasi dari Ufuk Timur". Dimana beliau ini merupakan sosok Menteri perempuan pertama di Indonesia yang berasal dari Papua. 

Suasana di Balariung Soedarman, tempat dimana lokasi acara ini berlangsung mendadak heboh saat pertunjukan musik dan tarian dari Papua digelar. Kami yang hadir sontak riang dan gembira menikmati hiburan yang disuguhkan, pengen ikutan joget rasanya hihihi. 



Bincang-bincang Penuh Inspirasi dengan Ibu Yohana Yembise 

Presenter cantik dan energik yang dulu sering muncul di Metro TV yakni Prita Laura, menceritakan kisahnya saat pertama kali bertemu dengan Ibu Yohana Yembise di Afganistan. Momen yang bisa dibilang tak terlupakan dan penuh kenangan, karena ia menyaksikan bagaimana Ibu Yohana Yembise kala itu, tak mudah untuk bisa berkunjung ke Afganistan karena kala itu masih ada konflik. Merasa bangga juga terharu, karena Ibu Yohana Yembise merupakan orang Indonesia ke-dua setelah Presiden Soekarno yang berkunjung ke Afganistan pada tahun 1961. 

Apakah Ibu tidak ada rasa takut? Belum pernah ada yang berkunjung kesana loh, setelah Presiden Soekarno pada tahun 1961, tapi ibu berkunjung ke sana dengan semua larangan yang ada, apa yang membuat Ibu merasa harus bener-benar pergi, merasa tidak enak dengan permintaan Ibu negara? Ucap Prita Laura saat membuka bincang-bincang dengan Ibu Yohana.  


"Hati dan kasih yang mengalahkan semuanya, melihat saudara-saudara ditempat lain menderita, apalagi melihat perempuan dan anak-anak menjadi korban dimana-mana, pasti rasa kasih itu timbul. Saya bahwa percaya Tuhan yang maha kuasa pasti menjaga dan melindungi saya karena apa yang saya perbuat adalah hal yang besar dan baik. Saya sangat bergembira Afganistan dan Indonesia sekarang menjadi sangat akrab, "ujar Ibu Yohana. 

Ibu Yohana mengunjungi Afganistan karena permintaan beberapa kali pemerintah dan First of Lady negara tersebut yang ingin mendaulat Ibu Yohana mengisi forum di sana, untuk menginspirasi para perempuan Afganistan di acara Symposium on the Role and Contribution of Afganistan Women for Peace 2017

Well, keberaniannya dalam menanggung risiko dan niat tulusnya menerangi dunia dan memberi secercah harapan pada perempuan di negara konflik patut diacungi jempol! 

Menurut penuturan beliau, ada yang bisikin bahwa Ibu Yohana merupakan orang nomor 2 yang diajak untuk makan dengan Presiden Afganistan beserta istri di Istana setelah Obama. Wow, antara kaget juga bangga perasaannya Ibu Yohana kala itu. Prita Laura yang turut hadir dalam jamuan makan bersama Presiden Afganistan juga menceritakan bahwa Ibu Yohana itu seperti teman lamanya Sang Presiden, saat berbincang-bincang begitu akrab. 


Yohana Yembise Potret Perempuan Cemerlang Dari Papua

Mutiara Inspirasi yang cemerlang, itulah sebutan Ka Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) kepada Ibu Yohana. Perempuan kelahiran Manokwari yang juga merupakan guru besar perempuan pertama dari Papua. Sebelum diangkat menjadi menteri, ia adalah seorang profesor di Universitas Cenderawasih.

Mama Yo, adalah panggilan kesayangan untuknya...karena kedekatan  dan rasa cintanya dengan anak-anak, merangkul mereka, dalam menjalankan tugasnya ia bertindak tak hanya sebagai seorang Menteri tapi juga sebagai seorang Ibu. Ia akrab sekali dipanggil dengan Mama Yo dalam kesehariannya.

Sampai pernah ada yang nyanyi seperi ini : Mama Yo siapa yang punya...Mama Yo siapa yang punya, yang punya Indonesia ;) 

Selama Ibu memimpin apakah ada kasus yang membuat ibu berkesan ? Ada anak yang mau di hukum mati di nusa kambangan, saya ingin bertemu Mama saya...saya adalah Mama kamu, bunda kamu, peluk saya. Setelah itu, akhirnya hukuman dibatalkan dan kembali sang anak kembali ke Nias. Karena tidak ada hukuman mati untuk anak, paling tinggi 10 tahun. 

Bersahaja, tegas namun penuh kasih sayang. Mama Yo, panggilan akrabnya  dikenal sebagai professor yang dapat menghapus air mata anak-anak, beliau dipercaya dapat mengubah paradigm perlindungan anak agar dapat berbasis pada kebutuhan anak dan peran masyarakat. Selain itu, beliau memiliki pemahaman bahwa gender itu bukan hanya soal perempuan, namun juga perilaku. Gender adalah kesetaraan, bukan hanya apa yang bisa dilakukan perempuan dan apa yang hanya bisa dilakukan laki-laki. 

Ada kutipan menarik dalam buku Biografinya tentang seorang pemimpin, seperti ini bunyinya : 

Menjadi pemimpin itu berarti bisa memimpin apa saja, termasuk memimpin keluarga. Maka, menjadi pemimpin haruslah mempunyai kesiapan untuk memimpin. Tidak kosong. Artinya, pemimpin haruslah punya kapasitas dan kualitas. 

Menjadi pemimpin juga tidak boleh give up, menjadi putis asa karena satu kegagalan. Pemimpin harus menjadikan kegagalan sebagai triger untuk semangat lebih maju lagi. 

Kisah perjalanan hidupnya, juga pengalamannya bekerja sebagai seorang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini dituangkan dengan sangat detail di Biografinya ;)






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.