Upaya Mencegah Kanker dan Cara Penanggulangannya!

Kanker adalah penyakit penyebab kematian terbesar kedua di dunia. Sebesar 30-50% persen penyakit kanker dapat dicegah dengan gaya hidup sehat, tidak merokok, serta melakukan imunisasi terhadap infeksi penyebab kanker. Beberapa penyakit kanker, seperti kanker payudara dan kanker serviks dapat dicegah dengan diagnosis dini dan skrining. Bahkan, bagi pasien kanker stadium lanjut, penderita pasien dapat berkurang dengan perawatan yang baik. 

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah kanker yang aku kutip dari alodokter.com :
  • Mengkonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah, protein, serta lemak sehat, membatasi konsumsi daging olahan, menghindri alcohol dan berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan agar ideal dengan cara rutin olahraga minimal 30 meit setiap hari
  • Melindungi diri dari paparan sinar matahari dengan pakaian atau tabir surya, terutama antara pukul 10 pagi sampai pukul 4 sore.
  • Hindari kebiasaan melakukan tanning atau menggelapkan kulit, baik secara alami di bawah sinar matahari maupun tanning bed.
  • Menghindari hal-hal yang bisa meningkatkan resiko kanker, misalnya melakukan seks bebas, berbagi pakai jarum suntik, atau menggunakan narkoba.
  • Melakukan vaksinasi terhadap infeksi virus yang bisa meicu terjadinya kanker, mislanya virus hepatitis B dan HPV. 


World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari, dan kali ini mengangkat tema “I’m And I Will” yang berarti bahwa sekecil apapun hal yang dilakukan, setiap orang punya kapasitas dan peran untuk mencegah kanker.  I’m And I Will bertujuan mengajak semua lapisan masyarakat, terutama keluarga ikut berperan dalam meningkatkan kesadaran dalam mengurangi angka penderita kanker dengan melakukan deteksi dini serta skrining kanker, mendampingi pasien kanker selama masa perawatan kanker hingga tahap paliatif, serta pemberian pengobatan yang tepat kepada pasien. Hal ini diharapkan kualitas hidup pasien dapat meningkat dengan adanya dukungan serta pendampingan keluarga.

Nah dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Kamis, 6 Februari 2020, RS Dharmais Jakarta menggelar diskusi nasional dengan tema “Penanggulangan Kanker Secara Komperhensif dan Peran Keluarga dalam Program Promotif, Preventif, Deteksi Dini, Terapi sampai dengan Perawatan Paliatif’ yang dihadiri oleh beberapa narasumber yang berkompeten dibidangnya serta komunitas pasien Kanker. 

Kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Meski begitu penyakit ini bisa dicegah, ditangani, dan disembuhkan. Sekitar 30 sampai 50 persen dari keseluruhan penyakit kanker bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, serta dengan melakukan imunisasi untuk menghindari infeksi yang bisa menyebabkan kanker. Sisanya, bisa disembuhkan apabila dideteksi sejak dini, diobati segera, dan menggunakan metode penanganan yang tepat. ADanya program Promotif ini diharapkan adanya upaya yang dilakukan sebelum timbul penyakit, adanya perubahan perilaku masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat. 

Aryanthi Baramuli Putri, SH., MH., Ketua Umum Cancer Information and Supporter Center (CISC), mengungkapkan bahwa edukasi dan keterlambatan diagnosa merupakan tantangan pasien kanker di Indonesia saat ini.  Sekitar 65,4% pasien datang ke rumah sakit pada stadium 3 dan 4. Hal ini tentunya menyebabkan biaya pengobatan kanker semakin mahal belum lagi proses pengobatannya yang mungkin akan menguras waktu dan tenaga. 

Faktanya, sebanyak 70% penyebab kematian itu disebabkan oleh PTM alias Penyakit Tidak Menular, dan salah satunya adalah kanker yang mencapai 12% dari total penyabab kematian. Menurut hasil studi ACTION (ASEAN Cost in Oncology) yang dipublikasikan oleh BMC Medicine 2015, sekitar 70% pasien kanker meninggal dunia mengalami kebangkrutan finansial hanya 12 bulan setelah mendapatkan diagnosa kanker! Well see, betapa biaya pengobatan kanker itu menguras harta, belum lagi keluarga yang terlibat dalam mengurus pasien kanker tentunya jadi beban pikiran juga :(

That’s why, dukungan dari berbagai pihak itu sangtalah penting. Misalnya saja dukungan dari organisasi dan komunitas pasien kanker, juga perhatian dari pemerintah. Pemerintah sendiri telah menerbitkan sejumlah aturan dalam system JKN tetapi masih dibutuhkan implementasinya. Dalam hal ini Kemenkes berupaya menggalakkan edukasi mengenai penyakit kanker melalui GERMAS, IVATest, SADARNIS, juga pemberian vaksin HPV, Mammografi, dan USG. 

Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD, Ketua Komite Nasional (KOMNAS) Fornas (Formularium Nasional), Kemenkes RI, memaprakan tentang Akses dan Ketersediaan Obat dalam Penanggulangan Kanker di Indonesia. Perkembangan obat kanker telah membantu survival rate, secara persentase survival rate pengobatan untuk semua penyakit kanker meningkat dari 50,3% menjadi 67%. Dalam 10 tahun terakhir telah dikembangkan 849 obat dan vaksin untuk kanker, dimana ada sekitar 75 obat kanker per tahun. Dalam 5 tahun terkakhir 57 obat kanker disetujui, untuk 89 indikasi. 

Yes, pengobatan kanker itu membutuhkan banyak biaya, dengan adanya perkembangan obat-obat kanker itu telah membantu pasien untuk survive loh! Industri farmasi ternyata lebih banyak concern terhap obat kanker.

Lalu upaya apa yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker? Yang pasti diperlukan mekanisme yang memudahkan pasien untuk mengakses pengobatan inovatif kanker, yup idealnya semua orang harus bisa akses ke semua obat kanker, dan pihak-pihak yang bisa berkontribusi untuk mempermudah akses pasien ke pengobatan inovatif ini adalah pemerintah, industri farmasi dan klinisi. 

Dalam hal ini pemerintah melalui BPOM akan menyeleksi jika ada obat yang bagus, akan dimasukkan ke fast tract untuk approval. Pemerintah juga menyediakan cara masuk fornas dengan harga yang terjangkau. Nah Industri farmasi memberikan harga yang terjangkau untuk Negara low income country (Negara dengan pendapatan rendah) yang tidak diberlakukan secara global. Industri farmasi juga dapat membantu mengembangkan skema akses seperti risk sharing, innovative financing, dan bundling. Sedangkan dari pihak klinisi upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan obat secara on label serta tidak tergiur menggunakan obat dengan tidak sesuai indikasi. 

Tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan pengobatan kanker yang inovatif dengan model pembiayaan sekarang, misalnya obatnya ada tapi sangat mahal sehingga tidak bisa diakses, masalah geografis dimana Indonesia ini negara yang sangat luas yang berkontribusi pada ketersediaan alat diagnostik yang terbatas dan distribusi obat yang terbatas.

Perlu diketahui bahwa pasien kanker mengalami tantangan yang besar untuk sembuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Jika penyakit kanker seorang pasien sudah semakin menyebar, maka tantangan pengobatannya semakin besar. 

Oleh sebab itu, Pfizer selaku industri farmasi berinovasi menghadirkan terapi pengobatan kanker yang sesuai kebutuhan pasien penyakit kanker mulai dari deteksi dini, perawatan kuratif, hingga paliatif. Hal ini disampaikan oleh Rochelle Chaiken, Chief Medical Officer Emerging Market Pfizer, dalam hal ini Pfizer akan mensosialisasikan program bantuan pasien (Patient Assistance Program) bagi pasien kanker payudara, dan mendukung penelitian rumah sakit Dharmais mengenai pasien kanker payudara. Contohnya di Indonesia ada SPARC (Seeding Progress and Resources for Breast Cancer Community), MB (Metastatic Breast cancer Challenge) yang diinisiasi oleh UI (Union for International Cancer Control). 

Untuk mengurangi beban pasien serta memberikan angka harapan hidup yang lebih baik, diperlukan kebijakan serta program nasional dalam meningkatkan akses pasien terhadap pengobatan kanker yang inovatif. Oleh karena itulah, Pfizer berkomitmen untuk mewujudkan itu dengan bersinergi dengan semua pihak. 

Nah salah satu wujud komitmennya adalah dengan mengembangkan pengobatan inovatif untuk kanker payudara. Mengingat kanker payudara adalah yang tertinggi di Indonesia. Ini terlihat dari data Globocan 2018 yang menyebutkan kasus kanker payudara mencapai 58.256 atau 16,7% dari total kasus baru kanker yang ada di Indonesia. Pengobatan inovatif pasien kanker payudara memberikan harapan baru dalam pasien aknker payudara metastastis  HR+, HER2-, dan obat terapi target ini kini telah tersedia di Indonesia. 

Semoga dengan hadirnya inovasi ini dapat memberikan harapan baru bagi pasien kanker ya, dan tentunya harapannya masyarakat semakin peduli dan sadar akan pentingnya menerapkan gaya pola hidup sehat untuk dirinya dan untuk keluarganya tercinta!




Dari hasil diskusi nasional ini dapat disimpulkan bahwa Early detection cancer harus ditingkatkan untuk menemukan kanker dalam stadium dini agar angka kesembuhan tinggi dan efisiensi biaya, selain itu organisasi pasien atau organisasi masyarakat sangat membantu pasien, RS maupun pemerintah dalam penanggulangan kanker. 

Yuk cegah Penyakit Tidak Tidak Menular dengan Pola hidup sehat, Ingat CERDIK dan GERMAS! Karena sehat tidakk datang begitu saja, yes sehat harus diupayakan dan diusahakan ;) Sudah makan buah apa hari ini? Jangan lupa olahraga secara teratur setiap hari ya! Salam sehat ^_^


******




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.