Panduan Gizi Seimbang Selama Di Rumah Saja

Halllo, gimana kabarnya nih selama di rumah aja? Semoga tetap sehat bugar waras dan bahagia ya, Aamiin...


Hahaha, kemarin saya dibuat terpingkal-pingkal waktu liat video emak-emak yang marah-marah saat ngajarin anaknya belajar online tentang Pancasila. Ternyata tidak segampang yang dibayangkan ya bunda, untuk mendampingi anak saat belajar. Biasanya anak menghabiskan waktu belajar di sekolah dan paling kita sebagai orang tua hanya membantu sedikit ketika ada PR dari guru. Namun akibat adanya pandemi Covid-19 ini semuanya menjadi berubah. Anak-anak harus belajar online dari rumah dengan didampingi oleh orang tuanya masing-masing.

Berkaca dari pembelajaran online ini, dimana ada kendala pada saat pembelajaran sendiri oleh anak-anak ataupun pendampingan oleh orang tua, hal ini akan berdampak pada psikis dari anak dan bahkan orang tua. Nah jika stress pada anak tidak dapat dikelola dengan baik, maka selain berdampak pada sisi emosi anak, juga akan berdapak nafsu makan anak. Anak jadi malas makan dan hal ini pasti akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Padahal, untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap terjaga, anak memerlukan asupan nutrisi bergizi seimbang dan kondisi psikis yang baik.



Sadar nda sadar selama pandemi ini kita dituntut untuk menjaid lebih kreatif dalam segala hal, salah satu contohnya dalam mengatur menu masakan setiap hari untuk keluarga tercinta. Apalagi yang memiliki toddler which is anak sedang dalam masa tumbuh kembangnya. Karena kita sebagai orangtua penting banget dalam memperhatikan asupan makanannya sesuai dengan isi piringku atau menu gizi seimbang.  

Alhamdulillah untuk mengatasi kendala yang ada diatas, saya mendapatkan ilmu dari para ahli serta pengalaman dari public figure mengenai asupan gizi seimbang serta pengelolaan stress pada saat di rumah saja. Jadi tuh saya ikutan webinar Bicara Gizi yang diselenggarakan oleh DANONE pada tangal 30 September 2020 dengan tema "Biasakan Anak Terapkan Gizi Seimbang Selama Di Rumah Saja". 

Kegiatan edukasi Bicara Gizi ini menghadirkan dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK selaku Dokter Spesialis Gizi Klinis, Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi serta seorang ibu dan juga public figure Soraya Larasati.


Corporate Communication Director Danone Indonesia, Bpk. Arif Mujahidin mengatakan bahwa terkait dengan masa pembelajaran online di rumah sehingga orang tua memiliki peran penuh dalam mengawasi tumbuh kembang anak, maka Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mengajak para orang tua serta mengedukasinya mengenai cara membiasakan anak untuk menerapkan gizi seimbang, mulai dari memberikan makanan bervariasi dan pengalaman menyenangkan saat makan serta menjaga kondisi psikis anak dan orang tua supaya tumbuh kembang anak tetap terjaga. 


   


Penerapan Gizi Seimbang Pada Anak

Yuk kita mulai pembahasannya dengan penerapan gizi seimbang pada anak. Terkait dengan gizi seimbang, dulu kita diajarkan mengenai bentuk tumpeng atau piramida, dimana di bagian paling atas adalah vitamin dan mineral dan di bagian paling bawah adalah air dan karbohidrat. Dalam gizi seimbang selain jumlah makanan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan variasi dari makanan yang dikonsumsi. dr. Juwalita selaku Dokter Spesialis Gizi Klinis, menjelaskan bahwa gizi seimbang dapat dicapai apabila makanan yang dikonsumsi dalam jumlah cukup, berkualitas baik, dan beragam jenisnya untuk memenuhi berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Agar anak mendapatkan gizi seimbang, kebutuhan akan nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) harus dipenuhi. 

dr. Juwalita juga mengatakan bahwa selain porsi, variasi dan jadwal makan juga perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan manfaat nutrisi yang dikonsumsi sesuai kebutuhan anak. Sebagai contoh, olahan protein nabati dari kacang-kacangan seperti olahan soya bisa dijadikan alternatif variasi dalam menu gizi seimbang. Terutama nutrisi untuk anak berbasis soya yang difortifikasi, dapat menjadi pilihan ibu karena dapat dikonsumsi oleh siapa saja, tidak hanya terbatas pada anak dengan kondisi medis tertentu. Terkait dengan protein ini, untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal, pastikan sebanyak 12 hingga 15 persen dari porsi makanan hariannya merupakan sumber protein1. Protein berguna untuk membantu pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan tubuh anak.


                 

Memang aktualnya penerapan gizi seimbang untuk anak kita itu gampang-gampang susah. Ada yang memang suka mengkonsumsi berbagai macam makanan tapi juga pasti ada yang picky eater atau hanya mau memilih makanan yang disukai saja. Oleh karenanya perlu adanya pendekatan yang berbeda kepada anak agar mau mengkonsumsi berbagai makanan agar gizi seimbangnya dapat terpenuhi. Salah satu caranya adalah dengan mencoba keterampilan atau pengalaman baru dengan interaksi yang menyenangkan bersama anggota keluarga. Melibatkan anak dalam menyiapkan menu gizi seimbang sesuai dengan usia dan kemampuan anak bisa menjadi alternatif kegiatan menyenangkan yang juga edukatif, seperti yang diutarakan oleh Putu Andani, M.Psi. Kegiatan ini juga sangat bermanfaat untuk menghilangkan rasa bosan serta mengurangi stress saat anak berada dirumah saja.

Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan pada saat menyiapkan makanan dengan anak? Putu mencontohkan untuk anak usia yang lebih kecil, bisa diajarkan mencuci buah dan sayur, memilah jenis makanan, menghitung jumlah makanan atau alat makan serta mengeksplorasi nama, warna dan aroma dari berbagai jenis makanan. Sedangkan untuk anak yang lebih besar, bisa dilibatkan untuk memotong, mencampur adonan, mengenalkan dan mencampur bahan, menentukan porsi makan dan menata peralatan makan di meja. 

Putu juga menginformasikan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama-sama dan tanpa distraksi dapat mengasah perkembangan kemampuan kognitif, fisik, sosial dan emosional anak serta meningkatkan bonding antara ibu dan si Kecil. Sepanjang tahap kehidupannya, anak memiliki berbagai kebutuhan psikologis yang perlu dipenuhi, antara lain: merasa bisa mandiri, berinisiatif, dan menghasilkan suatu karya. Melibatkan anak pada proses dan memberikan keleluasaan untuk menentukan pilihan akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut sehingga kesehatan psikis anak tetap terjaga. Selain itu jika anak merasa happy serta gizinya tercukupi, maka hormon serotonin akan terbentuk dan pembentukan hormon ini sebanyak 95%2 terjadi di usus. Sehingga hormon ini juga dapat menjadi indikasi kecukupan gizi serta kesehatan psikis pada anak.

Kegiatan menyiapkan makanan dengan anak juga dilakukan oleh Soraya Larasati. Soraya  menuturkan bahwa dia belajar untuk kreatif dalam menyajikan makanan maupun menyiapkan makanan dengan anak serta mengenalkan makanan atau sumber nutrisi yang belum pernah dicoba. Dalam membuat makanan, beliau menuturkan sering membuatkan menu makanan nabati. Ragam makanan nabati yang sangat bervariasi mulai dari jenis kacang-kacangan dan sayuran baik untuk dikenalkan pada anak-anak. Dan juga biasanya ditambahkan nutrisi untuk anak berbasis soya yang difortifikasi dengan serat, vitamin, dan mineral lainnya karena nutrisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Soraya percaya bahwa pangan nabati sama pentingnya dengan pangan hewani.

Yuk mari kita mulai menerapkan gizi seimbang pada anak dan menyiapkan makanan dengan anak juga dapat menjadi kegiatan mengasyikan yang dapat dilakukan bersama saat dirumah aja. Dapat gizinya, dapat senangnya, hilang bosannya.






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.